“Iya benar, luas yang terserang lebih kurang mencapai 30 hingga 60 hektar,” Ujar, Ridwan.
Ia menyebutkan,
hama penyakit potong leher itu sangat cepat menular dan susah dikendalikan bila sudah terserang.
“Berbagai upaya telah dilakukan petani, seperti penyemprotan insektisida dan fungisida. Namun, hama potong leher dengan ciri-ciri batang padi membusuk itu, tetap menyerang padi,” terangnya.
Bahkan, katanya, untuk mengantisipasi meluas, ada sebagian petani melakukan penen lebih cepat dari jadwal seharusnya.
“Ya resiko, kalau tidak kita panen lebih awal, maka gagal total. Dengan seperti ini, petani tidak terlalu rugi,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, rata-rata petani mengalami gagal panen akibat serangan hama tersebut, berkisar 20 persen hingga 70 persen
“Bervariasi ada yang 50 persen, ada yang gagal mencapai 70 persen, biasa 7 hingga 9 ton per hektar, kini ada yang dapat 3 dan 4 ton per hektare,” katanya.
“Luar biasa bahaya hama ini, varietas terserang inpari 32
Bahkan, (42 vetnam) juga ikut terserang, padahal bibit ini sangat dikenal tahan terhadap serang hama penyakit.
Namun, padi andalan petani ini, tak luput dari serangan hama penyakit tersebut.
“Cara melihat terserang hama, sangat sederhana, karena dari kejauhan padi yang terkena hama penyakit ini, berwarna kuning agak kecoklatan,” cetusnya.
Penulis:sutrisno
Halaman : 1 2










