JOMBANG,Garda 21 — Kondisi memprihatinkan terlihat di sejumlah pasar tradisional yang ada di Kabupaten Jombang. Beberapa bangunan pasar tampak lengang, nyaris tanpa pengunjung, bahkan ada yang sudah tidak lagi beroperasi sama sekali. Persaingan yang semakin ketat dengan keberadaan pertokoan modern serta pesatnya perkembangan perdagangan daring menjadi penyebab utama memudarnya eksistensi pasar rakyat ini.
Fenomena ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Jombang, Anjik Eko Saputro. Menurutnya, pihaknya telah melakukan peninjauan langsung ke berbagai lokasi pasar tradisional untuk melihat kondisi riil yang terjadi di lapangan.
“Kami telah berkeliling ke pasar-pasar tradisional yang ada di Jombang. Temuan kami menunjukkan banyak pedagang yang akhirnya memilih pindah lokasi karena sepi pembeli. Tidak sedikit pula yang memutuskan beralih sepenuhnya berjualan secara daring karena dianggap lebih menjanjikan,” ungkap Anjik Eko Saputro, Senin (8/6/2026).
Dia menjelaskan, pergeseran pola belanja masyarakat kini lebih condong ke tempat belanja modern yang dianggap lebih nyaman, lengkap, dan bersih, maupun belanja lewat gawai yang praktis dan bisa dilakukan di mana saja. Hal ini membuat pasar tradisional yang identik dengan fasilitas seadanya semakin ditinggalkan pembeli.
Penulis : Julek
Halaman : 1 2 Selanjutnya










