Jombang, Garda21—Kaum muda diharapkan mengerti sejarah supaya dapat menghargai dan mencintai budayanya. Sehingga mereka dapat menjaga dan memelihara peninggalan sejarah yang ada baik berupa benda maupun non benda. Pada hari Sabtu (25/11/2023) beberapa pemuda/ pemudi dari GKJW Mojowarno dan GKJW Ngoro berdiskusi dengan salah seorang penulis dan pemerhati sejarah yang bernama Wiryo Widianto.
“Kaum muda diharapkan dapat mengerti sejarah daerahnya, dengan demikian mereka dapat memelihara budaya yang ada di daerah tersebut” Kata Wiryo Widianto. ditengah diskusi sejarah bersama pemuda dan pemudi GKJW (Gereja Kristen Jawi Wetan). “Dengan mempelajari sejarah suatu daerah maka kita dapat lebih menghargai para leluhur yang membabad (membuka) daerah tersebut, dan dapat melestarikan segala peninggalannya baik itu peninggalan yang berupa benda maupun non benda” lanjut mas Wiwid panggilan akrab Wiryo Widianto
“Salah satu sejarah daerah yang kita bahas saat ini adalah Mojowarno dimana mayoritas penduduknya adalah beragama Kristen diantara kecamatan di kabupaten jombang yang dijuluki kota Santri. Menurut sejarah Mojowarno dibuka oleh Karolus Wiryoguno, dalam perkembangananya daerah ini menjadi pusat perkabaran Kristen dengan didirikannya Pendidikan sekolah penginjilan yang diinisiasi oleh pendeta J.E Jellesma dari utusan NZG (Nederlands Zendelings Genootschap) pada tahun 1852, dan dibantu oleh Paulus Tosari yang merupakan penduduk asli Jawa”. Ungkap Wiwid yang merupakan penulis buku riwayat hidup J.E Jellesma.
Penulis : Lukius Juliandri
Halaman : 1 2 Selanjutnya









