Tidak lupa, dalam tradisi yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas Desa Pagerngumbuk, kerbau dipotong sebagai simbol keberlimpahan dan kesyukuran. Potongan daging kemudian dibagikan kepada seluruh warga sebagai tanda persatuan dan kebersamaan.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Abdul Malik menekankan pentingnya kerja sama dan gotong royong dalam mencapai visi bersama. Dia juga menegaskan komitmen untuk terus memperkuat potensi lokal, mengembangkan inovasi, dan memastikan keberlanjutan lingkungan.
Perayaan “Bersatu Pagerngumbuk Maju” bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga momentum untuk menginspirasi generasi mendatang dan mengukuhkan komitmen kolektif untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi Desa Pagerngumbuk dan seluruh warga Sidoarjo. ( Sri H )
Penulis : Sri H
Halaman : 1 2









