MOJOKERTO Garda 21 — Sebanyak 247 Siswa Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri T.A. 2025 di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jawa Timur (Jatim) mengukir sejarah dengan menjadi angkatan pertama yang melaksanakan ujian mata pelajaran menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT).
Ujian yang digelar serentak di 10 ruang kelas di lingkungan SPN Polda Jatim itu menandai sebuah lompatan besar dalam modernisasi sistem evaluasi di lembaga pendidikan Polri.
Para siswa tidak lagi berhadapan dengan lembaran kertas soal dan jawaban, melainkan gawai pintar (smartphone) masing-masing.
Pagi itu, para siswa mengikuti ujian untuk mata pelajaran komprehensif “Perubahan Mindset dan Culture Set”.
Mata pelajaran ini merupakan gabungan dari tiga sub-materi krusial bagi calon anggota Polri, yaitu Neuro Associative Conditioning (NAC), Inter Personal Skill (IPS), dan Asta Cita sebagai pedoman pelaksanaan tugas.
Proses ujian berlangsung efisien dan canggih. Pengawas ujian memasuki ruang kelas dan menampilkan sebuah QR Barcode pada layar proyektor.
Para siswa kemudian serentak memindai kode tersebut menggunakan gawai mereka untuk mengakses naskah soal digital.
Dengan durasi pengerjaan selama 2 Jam Pelajaran atau 90 menit, para siswa dapat fokus menjawab soal-soal yang tersaji di layar gawai mereka.
Kepala SPN Polda Jatim, Kombes Pol Agus Wibowo, S.I.K., menyatakan bahwa inovasi ini merupakan wujud nyata dari komitmen lembaga untuk bertransformasi.
Kombes Pol Agus mengatakan, implementasi ujian berbasis CAT dan paperless ini adalah salah satu keunggulan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri dalam mewujudkan visi kampus unggul dan modern.
“Ini sebuah langkah transformatif di SPN Polda Jatim,” kata Kombes Pol Agus, Selasa (26/8).
Penulis : Whb
Halaman : 1 2 Selanjutnya









