Jombang, Garda21 – Warga Dusun Sambong santren, Desa Sombong dukuh kecamatan Jombang resah terkait biaya jargas tiap bulan yang semakin meningkat Jum’at, 0707/2023.
Padahal progam Jargas ini bertujuan memberikan akses energi kepada masyarakat,dengan biaya lebih murah dan menghemat pengeluaran bahan bakar gas bumi.
Berdasarkan Peraturan Presiden Nomer 6 Tahun 2019 tentang penyediaan dan pendistribusian Gas bumi melalui jaringan transmisi atau distribusi gas bumi untuk rumah tangga dan pengusaha kecil disebutkan bahwa tujuan dari program pembangunan jargas antara lain memberikan akses energi kepada masyarakat memberikan dampak positif kepada masyarakat melalui penghematan biaya bahan bakar, juga mewujudkan ekonomi masyarakat mandiri dan ramah lingkungan serta mengurangi beban subsidi BBM atau LPG pada sektor rumah tangga.
“Inisial SF (60) sebagai pelanggan jargas warga sambong santren mengatakan,”pihaknya merasa kecewa saat melaporkan pada jaringan jargas mengalami kebocoran tapi tidak ada respon kemudian sementara dihentikan dan membayar pelunasan biaya pemakain serta melaporkan kalau tidak memakai, selang dua hari ada tagihan lagi dengan nominal Rp,48.000,- padahal belum ada pemakaian pada akhirnya saya putuskan aja untuk jaringan jargas.
“Untuk pertama pemakaian bulan pertama dengan biaya Rp,51.000,- bulan ke dua Rp,91.000,-dan bulan ke tiga di kenakan biaya Rp,215.150,- padahal jarang di pakai, dari segi perbandingan jargas lebih mahal dari LPG 3kg dan biaya jargas lebih mahal karena semakin bulan semakin meningkat,”Ungkapnya.
Penulis : Julek
Halaman : 1 2 Selanjutnya









