Jombang, Garda21 – Rangkaian Festival Jagat (Jejaring Agama untuk Gerakan Alam dan Toleransi) yang digelar Jaringan Gusdurian di Pondok Pesantren Khoiriyah Hasyim, Seblak, Jombang, Jawa Timur, ditutup dengan kegiatan bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan dan pemeriksaan mata gratis pada Minggu (30/8/2026). Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan festival dua hari yang mengusung tema “Agama untuk Semesta: Merusak Alam sama dengan Merusak Kemanusiaan”.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh anggota Gusdurian dari jaringan nasional, lintas suku, dan lintas agama, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang turut diselenggarakan di Jombang.
Salah satu tokoh yang hadir, Pdt. Natael Hermawan Prianto, M.B.A., yang juga menjabat Ketua Majelis Agung Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW), menjelaskan bahwa acara ini diikuti oleh kader-kader Gusdurian dan tokoh-tokoh lintas iman dari seluruh Indonesia untuk membicarakan kesatuan, persaudaraan, dan isu ekologi.
“Dalam kegiatan ini GKJW (Greja Kristen Jawi Wetan) secara khusus melalui Rumah Sakit Kristen Mojowarno ikut berpartisipasi dalam bentuk pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis bagi yang mengalami kesakitan, kelelahan, dan gangguan kesehatan,” tutur Pendeta Natael.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat semakin mempererat tali persaudaraan antara GKJW, Jaringan Gusdurian, dan berbagai kelompok lintas iman, suku, serta golongan.
“Semoga kegiatan ini bisa mempererat persaudaraan antar GKJW khususnya dengan Jaringan Gusdurian, lintas iman, antar suku dan golongan,” ucap Pdt. Natael.
Sementara itu, Solikhin, penanggung jawab pelaksanaan kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis ini, menyampaikan bahwa tujuan kegiatan adalah memberikan dampak positif bagi para santri dan masyarakat sekitar pondok pesantren agar lebih peduli terhadap kesehatan diri, termasuk kesehatan mata.
“Pemeriksaan kesehatan dan pemeriksaan mata gratis ini bertujuan agar memberikan dampak yang baik bagi santri dan masyarakat sekitar pondok untuk ikut mengecek kesehatan dan mata,” ujar Solikhin.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada GKJW dan Rumah Sakit Kristen Mojowarno yang telah membantu pelaksanaan pemeriksaan kesehatan tersebut, mengingat para santri kerap kali mengabaikan pemeriksaan kesehatan karena kesibukan belajar dan mengaji.
“Kami sangat berterima kasih kepada GKJW dan RSK Mojowarno yang ikut membantu dalam pemeriksaan kesehatan ini, karena para santri terkadang lupa untuk memeriksakan kesehatannya karena sibuk belajar dan mengaji,” lanjut Solikhin.
Panitia menargetkan sekitar 100 hingga 150 peserta dalam kegiatan bakti sosial ini. Antusiasme peserta pun terlihat tinggi, mengingat pemeriksaan kesehatan dan mata gratis kegiatan tersebut dinilai sangat membantu mereka untuk mengetahui kondisi kesehatan masing-masing secara langsung.
Rangkaian Festival Jagat yang mengangkat tema besar tentang keterkaitan antara kerusakan alam dan kerusakan kemanusiaan ini dinilai berjalan sukses berkat dukungan berbagai pihak, mulai dari Jaringan Gusdurian, Pondok Pesantren Khoiriyah Hasyim, GKJW, hingga Rumah Sakit Kristen Mojowarno. Kolaborasi lintas iman dalam bentuk pelayanan kesehatan ini menjadi salah satu wujud nyata pesan toleransi dan persaudaraan yang diusung sepanjang festival berlangsung.
Penulis : Lukius juliandri












