Jombang, Garda21— Kwartir Cabang (Kwarcab) Jombang berkolaborasi dengan ORARI Lokal Jombang menggelar Pelatihan Kebencanaan selama dua hari, 28–29 November 2025, di Pusdiklat Kwarcab Jombang, Ngoro. Kegiatan ini diikuti 43 pembina dan pelatih pramuka dari berbagai Kwartir Ranting se-Kabupaten Jombang.
Pelatihan ini menghadirkan materi komprehensif dari berbagai disiplin ilmu, termasuk kesehatan, akademisi, dan praktisi profesional. Kak Norman selaku pimpinan kursus bertanggung jawab memastikan seluruh rangkaian materi berjalan efektif dan terstruktur.
“Kemampuan lintas disiplin adalah fondasi penting dalam membangun kesigapan relawan pramuka menghadapi krisis,” ujar Norman.
Salah satu sesi yang menjadi perhatian peserta adalah materi teknik komunikasi radio amatir dalam penanganan gawat darurat dan bencana yang disampaikan ORARI Lokal Jombang. Dua pemateri, Samsul Huda (YD3AKU) dan Samsul Arifin (YB3JB), memberikan wawasan praktis meliputi pengenalan radioteleponi, teknik komunikasi dasar saat darurat, sandi-sandi udara operasi lapangan, serta dasar propagasi sinyal pada perangkat radio portabel.
Ketua ORARI Lokal Jombang, Widianto, menegaskan komitmen organisasinya dalam mendukung kesiapsiagaan kebencanaan.
“ORARI selalu siap bersinergi dengan berbagai pihak dalam kegiatan pelatihan maupun operasi kebencanaan. Dukungan komunikasi yang cepat, akurat, dan dapat diandalkan adalah tugas kami sebagai insan amatir radio,” katanya, Jumat (29/11).
Widianto juga menyatakan kesiapan ORARI Jombang mendukung kegiatan JOTA–JOTI tahun 2026, baik dari sisi operasional maupun teknis.
“Kami sudah mulai mempersiapkan dukungan untuk JOTA–JOTI 2026. ORARI Jombang akan memastikan ketersediaan perangkat, operator terlatih, serta koordinasi teknis agar kegiatan berjalan lancar,” tambahnya.
Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan komunitas pramuka serta memperluas jaringan kerja lintas lembaga dalam menghadapi tantangan kebencanaan di masa depan.
Penulis : Lukius Juliandri












