Jombang, Garda21–Pada Senin, 12 Januari 2026, PT Wijaya Karya (Wika) dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Jawa Timur, mengadakan sosialisasi lanjutan terkait pengalihan saluran air sementara yang berdampak pada para petani di wilayah Rehab Dam Karet Jatimlerek, Plandaan, Jombang. Acara ini dihadiri oleh sejumlah kepala desa, termasuk Kepala Desa Jati Mlerek dan PJ Kepala Desa Sudimoro, yang menunjukkan dukungan penuh terhadap proyek ini.
Cery Anindita, perwakilan dari PT Wika, membuka kegiatan dengan menegaskan bahwa pengerjaan saluran pengalihan air akan dimulai minggu depan dari sisi selatan dan timur, sementara tanaman berada di sisi barat.Sedang tanah kalau sudah selesai pengerjaan akan di kembalikan, karena ini sifatnya bulan permanen. Keberadaan kepala desa dalam acara ini memberi semangat bagi para petani yang hadir.

Dalam sesi tanya jawab, Mukasin, salah satu petani dari Sudimoro, mengungkapkan kekhawatiran mengenai kompensasi: “Apakah tanah akan dikembalikan dan kompensasi untuk biaya pemotongan pohon, apakah tidak ada?” Pihak BBWS dan PT Wika menjelaskan bahwa meskipun tidak ada kompensasi untuk pohon, mereka akan membantu pemotongan pohon jati dan mangga, menyediakan alat serta pekerja yang diperlukan, dan kayu akan dikembalikan kepada penanam.
PT Wika juga menambahkan bahwa untuk tanaman lain seperti jagung, cabe, avokad, dan pisang, petugas akan melakukan pengecekan lapangan untuk memastikan apakah tanaman tersebut dapat dipanen sebelum proyek dimulai.
Dilaporkan bahwa lebih dari 100 pohon jati telah ditanam di area lahan PUPR, dan 5 petani lainnya memiliki lahan SHM. Kompensasi untuk lahan SHM masih dalam tahap perundingan.
Di akhir kegiatan, PJ Sudimoro mengungkapkan harapan agar para petani yang terdampak dapat dilibatkan dalam pengerjaan proyek ini. PT Wika menegaskan bahwa mereka akan mendata warga yang terdampak, dengan Pak Wito dan tim di lapangan siap membantu mengakomodasi sesuai keahlian masing-masing.
Kegiatan sosialisasi ini bukan hanya sekadar informasi, tetapi juga menciptakan koneksi yang kuat antara pihak proyek dan masyarakat, dan menunjukkan komitmen untuk membantu petani dalam menghadapi perubahan yang akan datang.
Penulis : Julek












