Jombang, Garda 21 – Suasana hangat menyelimuti jantung Kota Jombang saat ribuan warga memadati Alun-Alun pada Kamis (12/2) pagi. Mereka hadir untuk menyemarakkan kegiatan Grebeg Apem yang diselenggarakan Pemkab Jombang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan. Acara ini merupakan tradisi ‘Megengan’ yang sarat makna dalam menyongsong Ramadhan 1447 H.
Di tengah harumnya aroma kue apem yang khas, masyarakat diajak merenung sejenak untuk saling memaafkan dan menata batin. Kegiatan ini lebih dari sekadar seremoni tahunan; ia menjadi simbol kesiapan warga Kota Santri dalam menyambut bulan suci Ramadhan dengan jiwa yang murni dan semangat kebersamaan.
Kemeriahan diawali dengan kirab gunungan apem yang diberangkatkan dari lapangan Pemkab Jombang oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang, Agus Purnomo, S.H., M.Si, didampingi para Kepala OPD terkait. Barisan panjang yang terdiri dari puluhan lembaga pendidikan, grup musik patrol, dan marching band mengawal 17 tumpeng apem raksasa. Kirab berjalan menyusuri jalan KH. Wahid Hasyim, Jl Dr. Soetomo, Jl Bupati R. Sudirman, Jl Gub. Suryo, dan finish di Pintu Timur, hingga berkumpul di Alun-Alun Jombang, disambut langsung oleh Bupati Jombang Warsubi beserta Forkopimda, Wakil Bupati Jombang Gus Salmanudin, dan Ketua Tim Penggerak PKK Yuliati Nugrahani Warsubi.
Angka 17 sengaja dipilih sebagai pengingat akan 17 rakaat salat wajib. Di atas kendaraan hias tersebut tersusun rapi 15.750 buah apem berwarna-warni, siap diperebutkan oleh masyarakat sebagai simbol sedekah dan permohonan maaf.
Dalam sambutannya, Abah Bupati Warsubi menyampaikan pesan untuk seluruh umat Islam di Kabupaten Jombang. Beliau meminta masyarakat menyikapi potensi perbedaan awal puasa dengan bijak.
“Jangan sampai perbedaan dalam menentukan awal puasa menjadi penyebab perpecahan. Mari kita jadikan Ramadhan sebagai bulan yang penuh rahmat dan kedamaian, dengan mengedepankan nilai toleransi, ukhuwah, dan saling menghargai,” tuturnya.
Menariknya, acara tahun ini juga mengusung misi lingkungan. Bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional, Bupati secara resmi meluncurkan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Beliau menekankan pentingnya kesucian hati di bulan Ramadhan sejalan dengan kebersihan lingkungan fisik.
Momen yang ditunggu-tunggu warga saat Grebeg Apem dimulai tidak hanya ada santunan anak yatim dan doa bersama, tetapi juga pembagian gunungan apem yang langsung diperebutkan. Meskipun meriah, acara tetap berjalan tertib.
Acara ini ditutup dengan aksi simpatik bertajuk “Sampah Sayang,” dipimpin oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jombang, Ibu Yuliati Nugrahani Warsubi, bersama siswa dan warga, memastikan Alun-Alun kembali bersih setelah acara.
Melalui kegiatan ini, Jombang memberikan teladan bahwa menjemput Ramadhan bisa dilakukan dengan menjaga tradisi, mempererat persaudaraan, dan mencintai bumi. Selamat datang Ramadhan 1447 H, semoga keberkahan menyertai kita semua.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Jombang, Drs. Bambang Sriyadi, M.Si, menjelaskan bahwa Megengan APEM dilaksanakan sepekan lebih awal agar para siswa dapat terlibat langsung sebelum libur awal Ramadan.
“Dalam kemeriahan ini, sebanyak 15.750 apem disajikan melalui tumpeng raksasa, satu unit mobil pick-up, dan tujuh tumpeng di armada Tossa. Acara ini melibatkan sekitar 4.000 siswa dari 23 lembaga sekolah (SD/MI dan SMP/MTs), dengan harapan kegiatan serupa dapat terus digelar lebih meriah setiap tahunnya,” pungkasnya.
Penulis : Julek












