Jombang, Garda 21–Bupati Jombang, Warsubi, menegaskan komitmennya untuk membuka Pendopo Kabupaten sebagai ruang bagi masyarakat dalam acara “Pendopo Milik Rakyat, Abah untuk Semua”, yang digelar pada Sabtu (14/2/2026) pagi.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh, termasuk Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jombang, Yuliati Nugrahani Warsubi, Wakil Bupati Salmanudin, serta Ning Ema Erfina Salmanudin Yazid. Juga hadir Sekdakab Jombang Agus Purnomo, Ketua DWP Kabupaten Jombang Lilik Agus Purnomo, serta asisten, staf ahli, dan kepala OPD terkait.
Bupati Warsubi menyampaikan bahwa program tersebut bertujuan menjadikan pendopo sebagai ruang terbuka yang dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat.
“Pendopo ini bukan hanya milik bupati, wakil bupati, atau pemerintah daerah, melainkan milik seluruh warga Kabupaten Jombang,” tegasnya.
Kegiatan “Pendopo Milik Rakyat, Abah untuk Semua” merupakan langkah konkret Pemerintah Kabupaten Jombang dalam membangun komunikasi yang lebih transparan dan partisipatif dengan masyarakat.
Melalui acara ini, Pemkab Jombang memberikan kesempatan bagi masyarakat, terutama pelajar, untuk mengenal lebih dalam fungsi dan nilai sejarah pendopo.
Bupati Warsubi juga berharap pendopo tidak hanya berfungsi untuk kegiatan seremonial pemerintahan, tetapi menjadi “rumah besar” bagi warga Jombang.
Ia menekankan pentingnya menjadikan pendopo sebagai simbol keterbukaan, kebersamaan, dan kedekatan antara pemerintah dan masyarakat.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki di kalangan masyarakat. Di harapkan, dengan adanya rasa kepemilikan ini, warga memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga, merawat, dan memaknai pendopo sebagai ruang publik yang inklusif dan berkelanjutan.
Rangkaian acara meliputi tour ruangan dan berbagai penampilan siswa dari SD hingga SMA yang memeriahkan suasana.
Dalam momen tersebut, seniman Wayang Potehi Gudo juga tampil dengan pertunjukan wayang yang menarik.
Toni Harsono, Ketua Yayasan Klenteng Hong San Kiong sekaligus pendiri Museum Potehi Gudo, memberikan edukasi mengenai sejarah dan prestasi Wayang Potehi Gudo yang telah tampil hingga tingkat internasional.
Bupati Warsubi mengajak seluruh masyarakat Jombang untuk ikut melestarikan budaya daerah, termasuk Wayang Potehi. “Wayang Potehi ini merupakan salah satu warisan budaya kita, yang sudah ada sejak tahun 1600 M, jauh sebelum Indonesia merdeka,” jelasnya.
Di hadapan hadirin, Bupati Warsubi mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat Kabupaten Jombang, yang telah membuat kabupaten ini meraih 18 penghargaan sepanjang tahun 2025.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergandeng tangan dalam memajukan Jombang, demi mewujudkan Jombang yang maju dan sejahtera untuk semua.
Penulis : Julek












