Di hadapan dewan juri dan jajaran Muspika, giliran Tim Tari Santara SIP unjuk kebolehan. Mengantongi nomor urut 33, tim ini membawakan tarian bertajuk “Tari Cunduk Canting Mojo”.
Karya tersebut mengangkat kearifan lokal kerajinan Batik Berkah Mojo dari Desa Mojotrisno, Kecamatan Mojoagung. Melalui gerakan yang lembut, dinamis, dan harmonis, para penari menggambarkan kisah dua pemudi generasi muda Mojoagung yang tetap mencintai batik di tengah arus modernisasi. Tarian ini juga memperagakan tahapan membatik, mulai dari memahat mori putih dengan canting, menorehkan malam di atas kompor, pewarnaan, hingga pembilasan, yang ditutup dengan penampilan kain batik bermotif lambang sekolah di Pasar Barongan.
Rangkaian pawai kemudian resmi berakhir di garis finis yang berlokasi di area Pasar Desa Mojotrisno.
Penampilan rapi dan kompak dari tiga tim SMK SIP itu tidak lepas dari persiapan matang. Para siswa dan pembina menjalani latihan intensif selama dua minggu penuh menjelang hari pelaksanaan.
Kedisiplinan dan kekompakan yang ditunjukkan Gita Suara, Wira Bahari, dan Santara SIP menjadi bukti komitmen SMK Sehat Insan Perjuangan dalam menyuguhkan penampilan terbaik. Kerja keras tersebut terbayar lewat sambutan hangat dan tepuk tangan penonton yang terus bergema di sepanjang rute Wirosobo Fest 2026.
Penulis : Lukius juliandri
Halaman : 1 2










