Program Pelatihan Pastoral Integrasikan Ziarah Makam Tokoh Bangsa untuk Penguatan Nilai Pelayanan

- Jurnalis

Minggu, 19 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jombang, Garda21 – Program Clinical Pastoral Education (CPE) yang diselenggarakan di Rumah Sakit Kristen Mojowarno mengintegrasikan kunjungan ke makam tokoh bangsa sebagai bagian dari kurikulum pelatihan pastoral. Sebelas peserta program mengunjungi kompleks pemakaman Presiden pertama RI Ir. Soekarno di Blitar pada 17 Oktober 2025 dan makam Presiden keempat RI KH. Abdurrahman Wahid di Jombang pada 19 Oktober 2025.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari program pelatihan intensif yang berlangsung selama dua bulan, dari 22 September hingga 28 November 2025. Program ini diselenggarakan melalui kerja sama antara United Evangelical Mission (UEM), sebuah lembaga misi asal Jerman, dengan sejumlah gereja dan rumah sakit di Indonesia.

Clinical Pastoral Education merupakan program pendidikan dan pelatihan yang dirancang khusus untuk meningkatkan kompetensi dalam pelayanan pastoral dan pendampingan spiritual. Program ini umumnya diikuti oleh pendeta, calon pastor, diakonis, serta tenaga kesehatan yang bertugas memberikan dukungan spiritual kepada pasien.
Pdt. Dr. Nursini Sihombing, yang menjabat sebagai supervisor program CPE, menjelaskan bahwa kunjungan ke makam tokoh bangsa memiliki tujuan edukatif yang strategis. Menurutnya, kegiatan tersebut dirancang untuk membantu peserta merefleksikan nilai-nilai pengorbanan, keberanian, dan patriotisme yang dicontohkan para pemimpin bangsa.
“Kunjungan ini bertujuan untuk pengembangan empati, pengenalan nilai-nilai spiritual, serta memberikan inspirasi dan motivasi bagi pengembangan pelayanan pastoral,” kata Nursini saat dihubungi.
Christin, salah satu peserta program yang berasal dari Sumatera Utara, memberikan tanggapan positif terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai kunjungan ke makam pahlawan nasional memberikan pengalaman berharga dalam memahami konteks pelayanan yang lebih luas.
“Sangat menarik dan dapat memperluas wawasan tentang nilai-nilai penting dalam kehidupan dan pelayanan, terutama nilai-nilai spiritual dan moral yang menjadi landasan para pahlawan nasional dalam berjuang untuk bangsa dan negara,” ujar Christin.

Baca Juga  Siswa/Siswi SMK Sehat Insan Perjuangan Menghasilkan Segudang Prestasi

Program CPE tahun ini melibatkan peserta dari berbagai latar belakang, termasuk pendeta, diakonis, dan tenaga kesehatan yang ingin memperdalam kemampuan dalam memberikan pendampingan pastoral. Selain kunjungan edukatif ke makam tokoh bangsa, kurikulum program juga mencakup kunjungan ke berbagai gereja dan jemaat untuk mempelajari dinamika pelayanan di tingkat komunitas.
Aspek praktis dari pelatihan ini terlihat dari keterlibatan langsung peserta dalam memberikan pendampingan spiritual kepada pasien yang dirawat di rumah sakit. Para peserta dituntut untuk mampu melayani lintas suku, agama, ras, dan golongan, sesuai dengan prinsip inklusivitas dalam pelayanan kesehatan.
Program CPE yang diselenggarakan di Indonesia ini merupakan bagian dari upaya pengembangan kapasitas pelayan pastoral yang tidak hanya memiliki kompetensi teologis, tetapi juga sensitivitas sosial dan kemampuan pendampingan yang humanis. Melalui integrasi pembelajaran teoritis dan pengalaman lapangan, peserta diharapkan dapat mengembangkan pendekatan pelayanan yang lebih holistik dan kontekstual.

Rumah Sakit Kristen Mojowarno dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan program mengingat reputasinya sebagai institusi kesehatan yang telah lama mengintegrasikan pelayanan medis dengan pendampingan spiritual bagi pasien dan keluarga.

Penulis : Lukius Juliandri

Berita Terkait

Lengkapi Barisan Perangkat Desa, Ardhi Wirayuda Resmi Dilantik Pimpin Dusun Sono Desa Ngogri
Posyandu Balita dan Lansia Desa Durung Banjar Berjalan Sukses, Warga Sambut Antusias
Tingkatkan Layanan Kesehatan Mata, RSUD Ploso Jombang Lakukan Kaji Tiru ke Dua Rumah Sakit Unggulan di Yogyakarta
Gebrakan Baru RSUD Ploso Luncurkan Layanan Poli Sore Mulai 20 Juli, Solusi Warga yang Sulit Berobat Jam Kerja Biasa
RSUD Ploso Jombang Beri Perhatian Penuh Lansia dan Anak, Hadirkan Layanan Prioritas hingga Lomba Kreativitas
Gebrakan Digital RSUD Jombang Luncurkan Aplikasi e-Pasien, Pelayanan Lebih Cepat Tanpa Antri Lama
AKP Bagus Tejo Purnomo Resmi Pindah, AKP Trisula Hadi Warjianto Jabat Kapolsek Sumobito
Polres Jombang Tangkap 4 Pelaku Curanmor, Terlibat di 14 Lokasi Kejadian
Berita ini 70 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 02:39 WIB

Lengkapi Barisan Perangkat Desa, Ardhi Wirayuda Resmi Dilantik Pimpin Dusun Sono Desa Ngogri

Kamis, 16 Juli 2026 - 05:14 WIB

Posyandu Balita dan Lansia Desa Durung Banjar Berjalan Sukses, Warga Sambut Antusias

Kamis, 16 Juli 2026 - 01:26 WIB

Tingkatkan Layanan Kesehatan Mata, RSUD Ploso Jombang Lakukan Kaji Tiru ke Dua Rumah Sakit Unggulan di Yogyakarta

Kamis, 16 Juli 2026 - 01:17 WIB

Gebrakan Baru RSUD Ploso Luncurkan Layanan Poli Sore Mulai 20 Juli, Solusi Warga yang Sulit Berobat Jam Kerja Biasa

Kamis, 16 Juli 2026 - 01:05 WIB

RSUD Ploso Jombang Beri Perhatian Penuh Lansia dan Anak, Hadirkan Layanan Prioritas hingga Lomba Kreativitas

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:29 WIB

AKP Bagus Tejo Purnomo Resmi Pindah, AKP Trisula Hadi Warjianto Jabat Kapolsek Sumobito

Selasa, 30 Juni 2026 - 07:50 WIB

Polres Jombang Tangkap 4 Pelaku Curanmor, Terlibat di 14 Lokasi Kejadian

Selasa, 30 Juni 2026 - 00:33 WIB

Buka PERMATA CAI 2026, Wapres Ajak Santri Perkuat Karakter dan Keterampilan Wirausaha Untuk Hadapi Bonus Demografi

Berita Terbaru