Penelusuran Situs Bersejarah Mojowarno Ungkap Jejak Tokoh Lokal dan Belanda

- Jurnalis

Senin, 12 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Jombang, Garda21 – Seorang pemerhati sejarah asal Surabaya melakukan penelusuran mendalam terhadap situs-situs bersejarah peninggalan masa kolonial di Mojowarno, Kabupaten Jombang, pada Minggu (11/1/2026). Kunjungan ini mengungkap jejak penting tokoh-tokoh lokal dan Belanda yang berkontribusi dalam perkembangan pelayanan kesehatan dan keagamaan di wilayah tersebut.

Dian Karadona, pemerhati sejarah yang melakukan kunjungan tersebut, memulai perjalanannya dari Gedung Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Mojowarno. Bangunan berarsitektur kolonial ini memiliki nilai historis tinggi, dengan pembangunan yang dimulai pada 24 Februari 1879 dan diresmikan pada 3 Maret 1881.
Dari gereja, penelusuran dilanjutkan ke pemakaman umum yang berjarak sekitar satu kilometer di sebelah timur. Di kompleks pemakaman ini tersimpan makam tokoh-tokoh penting, baik dari Belanda maupun pribumi, yang memberikan kontribusi signifikan bagi perkembangan Mojowarno.

Salah satu makam yang dikunjungi adalah makam Pendeta Johannes (Jan) Kruyt dan putranya, Arie Kruyt. Keduanya tercatat sebagai penggagas berdirinya “Kamar Jamu” yang menjadi cikal bakal Rumah Sakit Kristen Mojowarno. Lembaga kesehatan tersebut diresmikan pada 6 Juni 1894 oleh Bupati Mojokerto dan Jombang kala itu, Raden Adipati Ario Kromodjojo Adi Negoro.
Di kompleks pemakaman yang sama, terdapat pula makam beberapa direktur rumah sakit yang berasal dari Belanda, di antaranya Dr. Bervoets dan Dr. A. Nortier. Para tenaga medis ini melanjutkan estafet pelayanan kesehatan modern di Mojowarno.
Yang menarik, di lokasi ini juga terdapat makam tokoh-tokoh pribumi yang berperan penting dalam sejarah pelayanan kesehatan dan keagamaan. Di antaranya adalah Dr. M.B. Ismael, dokter Jawa pertama yang bertugas di Rumah Sakit Kristen Mojowarno, serta Paulus Tosari, guru Injil dari Jawa pertama.
“Keberadaan makam tokoh-tokoh pribumi seperti Dr. M.B. Ismael dan Paulus Tosari menunjukkan bahwa sejak awal sudah ada peran aktif masyarakat lokal dalam pengembangan pelayanan kesehatan dan penyebaran agama Kristen di Mojowarno,” ungkap Dian.
Penelusuran kemudian berlanjut ke Dusun Mojoroto, Desa Mojowangi, untuk mengunjungi makam Pendeta J.E. Jellesma. Beliau merupakan pendeta utusan dari Nederlandsche Zendeling Genootschap (NZG), sebuah lembaga yang mengirimkan para misionaris dari Belanda ke Indonesia pada masa kolonial.

Baca Juga  Momentum Baru: DPC PDI Perjuangan Jombang Rayakan Penyegaran Struktur dengan Semangat Kebersamaan

Pendeta Jellesma dikenal sebagai pelopor pelayanan kesehatan modern bagi masyarakat Mojowarno. Beliau memperkenalkan metode pengobatan modern yang kemudian dilanjutkan oleh Pendeta Johannes Kruyt dan putranya, menjadikan pelayanan kesehatan sebagai bagian integral dari misi kemanusiaan mereka.
Menanggapi hasil penelusuran ini, Dian Karadona menyatakan kekagumannya terhadap kekayaan sejarah yang tersimpan di Mojowarno. “Saya cukup terkesan dengan sejarah yang ada di Mojowarno. Banyak hal penting yang perlu didokumentasikan dan dilestarikan,” ujarnya.
Dian menekankan pentingnya upaya pelestarian terhadap situs-situs budaya yang ada di Mojowarno, baik berupa benda maupun non-benda. “Diperlukan perhatian serius dari berbagai pihak untuk menjaga warisan sejarah ini. Pelestarian tidak hanya mencakup bangunan dan makam, tetapi juga cerita dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah daerah, komunitas sejarah, dan masyarakat dapat bekerja sama dalam upaya pelestarian ini, agar generasi mendatang dapat memahami dan mempelajari sejarah daerah mereka dengan lebih baik.
Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi dokumentasi sejarah Mojowarno dan mendorong upaya pelestarian situs-situs bersejarah yang ada.

Penulis : Lukius Juliandri

Berita Terkait

PERHUTANI Terima Kunker Pangdam V Brawijaya Rencana Pembangunan Batalyon Teritorial Di Jombang
Desa Gempolsari Tanggulangin Sidoarjo Laksanakan Pembayaran PBB dengan Tertib dan Antusias Warga
LPAI Mojokerto Raya Dampingi Korban Penganiayaan Anak di Jombang: Desak Proses Hukum Berjalan Tegas
PDIP Jombang Genjot Persiapan Pemilu: Targetkan Lebih dari 10 Kursi, Soliditas Kunci Kemenangan
SMPN 1 Jabon Sidoarjo Laksanakan Penyembelihan Idhul Qurban
Agung Sutikno Unggul Raih Suara Terbanyak di KDAW Kampungbaru
Polres Jombang Melalui Bhabinkamtibmas Lakukan Pengecekan tanaman Jagung*
Sidoarjo Garda 21 Gelar Sosialisasi Penanganan Kebakaran di Pemdes Glaga Harum Porong
Berita ini 175 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 11:43 WIB

PERHUTANI Terima Kunker Pangdam V Brawijaya Rencana Pembangunan Batalyon Teritorial Di Jombang

Rabu, 3 Juni 2026 - 06:37 WIB

Desa Gempolsari Tanggulangin Sidoarjo Laksanakan Pembayaran PBB dengan Tertib dan Antusias Warga

Senin, 1 Juni 2026 - 11:12 WIB

LPAI Mojokerto Raya Dampingi Korban Penganiayaan Anak di Jombang: Desak Proses Hukum Berjalan Tegas

Sabtu, 30 Mei 2026 - 23:06 WIB

PDIP Jombang Genjot Persiapan Pemilu: Targetkan Lebih dari 10 Kursi, Soliditas Kunci Kemenangan

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:14 WIB

SMPN 1 Jabon Sidoarjo Laksanakan Penyembelihan Idhul Qurban

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:15 WIB

Polres Jombang Melalui Bhabinkamtibmas Lakukan Pengecekan tanaman Jagung*

Selasa, 19 Mei 2026 - 10:20 WIB

Sidoarjo Garda 21 Gelar Sosialisasi Penanganan Kebakaran di Pemdes Glaga Harum Porong

Kamis, 7 Mei 2026 - 22:18 WIB

Guntur Sasono Gelar Sosialisasi 4 Pilar di Jombang, Retno Sasono Hadir Berikan Motivasi

Berita Terbaru