Jombang, Garda21 – Umat Hindu yang tergabung dalam Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) merayakan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 pada hari Rabu (18/03/2026) dengan penuh khidmat di Pura Giri Loka Wonomerto, Wonosalam, Jombang. Perayaan yang mengangkat tema “Wasudhaiva Kutumbakam – Satu Bumi, Satu Keluarga” ini berlangsung sakral sekaligus semarak, dengan kehadiran berbagai elemen lintas iman yang memperkuat makna persaudaraan universal.
Rangkaian acara diawali dengan prosesi doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan arak-arakan ogoh-ogoh yang menjadi simbol pembersihan diri dari sifat-sifat negatif. Meski berlangsung meriah, suasana tetap terjaga dalam nuansa sakral dan kebersamaan yang hangat.
Perayaan ini turut dihadiri unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Wonosalam, meliputi Camat, Danramil, dan Kapolsek. Dalam sambutannya sekaligus pemberangkatan arak-arakan ogoh-ogoh, Camat Wonosalam, Yudha Asmara, S.STP, ME, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut dan menegaskan komitmen bersama untuk menjaga Wonosalam sebagai rumah bersama bagi semua.
“Wonosalam harus terus kita rawat sebagai ruang hidup bersama yang damai. Ini adalah laboratorium besar toleransi di Indonesia, di mana perbedaan bukan menjadi pemisah, tetapi kekuatan,” ujarnya.
Dukungan lintas iman menjadi salah satu warna paling menonjol dalam perayaan Nyepi tahun ini. Sejumlah organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan turut hadir serta berperan aktif dalam pengamanan dan kelancaran acara — di antaranya Gerakan Pemuda Ansor melalui Banser, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia melalui unsur PAGER (Paguyuban Gereja), Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Jombang, serta Pemuda Pancasila dan Karang Taruna Wonosalam.
Kehadiran lintas iman ini semakin bermakna mengingat perayaan Nyepi kali ini beriringan dengan bulan suci Ramadhan bagi umat Islam serta masa menjelang Paskah bagi umat Kristiani. Tiga momentum keagamaan yang hadir dalam satu waktu ini justru menjadi penguat makna kebersamaan dalam keberagaman, bukan pemisah.
Perayaan Nyepi di Pura Giri Loka Wonomerto tahun ini pun menjadi bukti nyata bahwa toleransi adalah perekat sejati persatuan bangsa. Dengan semangat Wasudhaiva Kutumbakam, masyarakat Wonosalam sekali lagi menunjukkan bahwa harmoni bukan sekadar slogan, melainkan praktik hidup sehari-hari — bahwa seluruh umat manusia adalah satu keluarga yang hidup di bumi yang sama
Penulis : Lukius juliandri












