Masih kata Mbah Wiro jaranan kuda lumping adalah tradisi aksi, gerak dan lagu yang menunjukkan keheroikan seseorang dalam atraksi diselingi dengan tari dan diringi dengan lagu. Penonton yang merupakan warga masyarakat sekitar sekaligus tamu undangan khitanan menikmati setiap tari, irama musik dan tontonan yang membuat mereka takut, penasaran dan mengundang decak kagum.
Di bawah bimbingan dari Mbah wiro Jaranan kuda lumping Dengan diiringi tabuhan dari kendang, gong, tiupan seruling, dan alat musik tradisional lainnya, menghasilkan suara yang sangat khas. Disertai dengan aroma kemenyan yang telah dibakar sebagai salah satu persyaratan digelarnya Jaranan Kuda Lumping
“Semoga hiburan tradisional tetap dilestarikan untuk menghibur masyarakat, sehingga anak cucu kelak tetap dapat turut terhibur dengan hiburan pesta rakyat dan seni budaya peninggalan nenek moyangnya, agar tidak hilang ditelan zaman serba canggih sekarang ini”, harap Mbah wiro
Menurut pantauan dalam acara ini, ratusan warga melihat atraksi kuda lumping lebih dekat. Beberapa penjual makanan juga merasa sangat senang. Selain dapat hiburan gratis, mereka juga terbantu secara ekonomi, karena dapat meraup rezeki pada momen tersebut.
Penulis : Yakub
Halaman : 1 2









