Diskusi Bedah Buku “Mojowarno dan komunitas Multikultural Tahun 1864-1931”

- Jurnalis

Rabu, 6 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


“Pada penyusunan buku ini, saya mendapatkan sumber yang otentik baik dari tulisan-tulisan orang Belanda maupun Indonesisa, peninggalan sejarah seperti, Gedung maupun lainnya. Untuk mendapatkan bukti tersebut saya juga mengajak para murid untuk menelusuri jejak sejarah yang ada di Mojowarno.” Sambung Fendy yang sebelumnya adalah guru sejarah di SMA Negeri Mojoagung sebelum pindah mengajar di SMA Negeri 1 Puri, Mojokerto.
Selain Fendy Suhartono, dalam acara ini juga mendatangkan pembicara Wiryo Widianto M.M yang merupakan pengiat sejarah dan penulis buku. Dalam pemaparannya menjelaskan bahwa pada tahun 1864-1931 Mojowarno merupakan daerah yang sudah maju dan toleransinya sudah cukup tinggi, hal ini juga dipengaruhi oleh para Misionaris dari Belanda dimana para Misionaris mendirikan beberapa sekolah untuk para pribumi, rumah sakit dan Pendidikan bagi para pendeta.

Sementara itu menurut penulis sejarah Dian Sukarno “Toleransi ini sudah ada sejak dulu kala mulai dari kerajaan Majapahit bahkan sebelumnya, jadi bukan barang baru bagi masyarakat kita’. Hal senada juga disampaikan oleh Iman Wimbadi yang juga merupakan pemerhati sejarah.
Diskusi bedah buku ini terasa sangat menarik terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh para audien dan pemaparan dari para pembawa materi, selain itu tingginya minat para mahasiswa dan para pemuda yang mengikutinya sampai selesai . Diakhir acara ini Fendy selaku penulis sejarah mengajak para pemuda untuk mencintai sejarah dan menulis sejarah minimal sejarah daerahnya.

Baca Juga  Jelang Putusan Sengketa Pilpres, Polres Jombang Amankan Gedung KPU dan Bawaslu Jombang

Penulis : Lukius Juliandri

Berita Terkait

Jaga Kestabilan Harga: Danrem 082/CPYJ Pantau 107 Titik Koperasi Desa Merah Putih
Dorong Warga Berkembang: Desa Durung Banjar Gelar Pelatihan Digital untuk Usaha Mikro
Forum Warga Desa Mancar Desak Penggantian BPD, Anggaran Desa Terhambat dan Masyarakat Dirugikan
RSUD Ploso Jombang Kembali Hadirkan Promo Vaksin HPV, Harga Spesial Tiap Bulan Sepanjang 2026
Semum Penuh Optimis Terpancar Dari 116 Orang Yang Ikut Skrining Di RSUD Ploso
RSUD Ploso Jombang Gelar Forum Konsultasi Publik & Reviu Standar Pelayanan
Ruah Desa Kupang Tampilkan Wayang Kulit, Warga Hadir Penuh Semangat
Sidoarjo Garda 21: Ruah Desa Kupang Tampilkan Wayang Kulit, Warga Hadir Penuh Semangat
Berita ini 113 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Jaga Kestabilan Harga: Danrem 082/CPYJ Pantau 107 Titik Koperasi Desa Merah Putih

Rabu, 14 Oktober 2026 - 06:08 WIB

Dorong Warga Berkembang: Desa Durung Banjar Gelar Pelatihan Digital untuk Usaha Mikro

Selasa, 13 Oktober 2026 - 06:42 WIB

Forum Warga Desa Mancar Desak Penggantian BPD, Anggaran Desa Terhambat dan Masyarakat Dirugikan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 22:09 WIB

RSUD Ploso Jombang Kembali Hadirkan Promo Vaksin HPV, Harga Spesial Tiap Bulan Sepanjang 2026

Minggu, 4 Oktober 2026 - 21:47 WIB

Semum Penuh Optimis Terpancar Dari 116 Orang Yang Ikut Skrining Di RSUD Ploso

Minggu, 27 September 2026 - 22:02 WIB

Ruah Desa Kupang Tampilkan Wayang Kulit, Warga Hadir Penuh Semangat

Sabtu, 26 September 2026 - 08:34 WIB

Sidoarjo Garda 21: Ruah Desa Kupang Tampilkan Wayang Kulit, Warga Hadir Penuh Semangat

Jumat, 25 September 2026 - 03:06 WIB

Penyaluran Cadangan Pangan Desa Segodorejo: 953 Keluarga Terbantu, Senyum Haru Warnai Suasana di Tengah El Nino

Berita Terbaru