Stimulasi Tumbuh Kembang untuk pencegahan dan penanganan stunting bersama dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi RSUD Jombang

- Jurnalis

Jumat, 8 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jombang, Garda 21-Guna membantu tumbuh kembang anak dan mencegah stunting serta mengoptimalkan tumbuh kembang , para orang tua perlu memperhatikan beberapa hal yaitu Pemenuhan nutrisi, stimulasi motorik dan oromotor menjadi hal mendasar yang harus dipahami oleh orang tua.

Dokter spesialis dari Instalasi Rehabilitasi Medik RSUD Jombang dr Agustina Mufidah, Sp. KFR., dalam acara Talk Show Humas RSUD Jombang Menyapa mengatakan stimulasi tumbuh kembang anak penting dilakukan untuk mencegah terjadinya stunting.

“Stunting itu dikenal dengan perawakan pendek akibat kegagalan tumbuh kembang yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis atau kurangnya stimulasi psikososial,” kata dr Agustina.

Maka dari itu, ia menegaskan betapa pentingnya memperhatikan 1000 hari pertama kehidupan (HPK), tiga tahun pertama itu merupakan periode emas anak khususnya merangsang perkembangan otak.

“Pencegahan stunting bisa dimulai dari persiapan kehamilan pada ibu hamil yang cukup gizi dan sehat bugar. Harus rutin melakukan pemeriksaan ANC untuk mencegah kelahiran prematur,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, dr Agustina mengungkapkan bahwa stimulasi yang utama yang harus diberikan kepada anak saat golden periode adalah merangsang motorik anak, termasuk memperhatikan saat makan dan mengobservasi apakah tumbuh kembang anak sudah sesuai umurnya apa belum,apakah ada kesulitan makan.Jika ada permasalahan dengan tumbuh kembangnya maka harus segera dikonsultasikan dan ditangani.

“Red flag ato peringatan gangguan tumbuh kembang jika sampai 6 bulan belum bisa mengangkat kepala atau 9 bulan belum bisa duduk maka harus segera dilakukan penanganan. Observasi oromotor di mulai saat bayi apakah bayi kuat menyusunya apa tidak, saat MPASI juga diperhatikan apakah proses makannya berjalan lancer atau ada gangguan. Harus di observasi apakah anak tersebut ada kesulitan makan atau ada kelainan makan. Orang tua memberikan makanan dengan tekstur sesuai usia,” ungkapnya.

Baca Juga  The Art of Public Speaking: Tips and Techniques for Delivering a Powerful Presentation

Yang tidak kalah penting adalah mengatur dan membatasi durasi makan anak tidak lebih dari 30 menit dan tidak boleh makan dengan melihat hp, agar anak tersebut mengetahui proses makan itu seperti apa. Tidak hanya itu, para orang tua juga harus memperhatikan proses makan dan menelan makanan yang terdiri dari 3 fase yaitu fase oral, faringeal, dan esofageal.

Gangguan di fase oral biasanya apakah dia tidak bisa membuka mulut, apakah tidak bisa menggerakkan lidahnya, apakah ada ileran. Kemudian faringeal merupakan proses menelan atau melempar makanan ke dalam, gannguannya ada rasa batuk atau tidak, sedangkan gangguan pada fase esofageal adalah timbul rasa mengganjal di dada. dr Agustina mengaku kasus yang sering ia temui dari anak beresiko stunting adalah gangguan oromotor yg menjadikan anak susah makan dan keterlambatan motorik.

Hal itu dapat diatasi dengan melakukan terapi oromotor dan stimulasi motorik yang dibantu oleh tim rehab yg meliputi dokter, fisioterapis dan terapi wicara untuk membantu meningkatkan fungsi otot-otot makan, seperti otot rahang, otot bibir, dan otot lidah, dan mengoptimalkan perkembangan motoriknya.”Keberhasilan terapi ditentukan oleh kerjasama keluarga,lingkungan dan dokter beserta terapis.Di rumah juga harus tetap dilakukan stimulasi,” tutupnya.

Penulis : Julek

Berita Terkait

Tingkatkan Layanan Kesehatan Mata, RSUD Ploso Jombang Lakukan Kaji Tiru ke Dua Rumah Sakit Unggulan di Yogyakarta
Gebrakan Baru RSUD Ploso Luncurkan Layanan Poli Sore Mulai 20 Juli, Solusi Warga yang Sulit Berobat Jam Kerja Biasa
RSUD Ploso Jombang Beri Perhatian Penuh Lansia dan Anak, Hadirkan Layanan Prioritas hingga Lomba Kreativitas
Gebrakan Digital RSUD Jombang Luncurkan Aplikasi e-Pasien, Pelayanan Lebih Cepat Tanpa Antri Lama
Pelantikan IDI Cabang Jombang: Momen Strategis Menuju Kesehatan Berkualitas
Seminar “Cegah Jantung dan Stroke: Investasi Kesehatan untuk Pekerja” Di RSUD Jombang
Kepemimpinan dr. Pudji Umbaran, M.KP. Hadirkan Layanan RSUD Jombang yang Humanis dan Inovatif
Merawat Lambung Merawat Tubuh Antara Ilmu, Iman dan Gaya Hidup
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 01:26 WIB

Tingkatkan Layanan Kesehatan Mata, RSUD Ploso Jombang Lakukan Kaji Tiru ke Dua Rumah Sakit Unggulan di Yogyakarta

Kamis, 16 Juli 2026 - 01:17 WIB

Gebrakan Baru RSUD Ploso Luncurkan Layanan Poli Sore Mulai 20 Juli, Solusi Warga yang Sulit Berobat Jam Kerja Biasa

Kamis, 16 Juli 2026 - 01:05 WIB

RSUD Ploso Jombang Beri Perhatian Penuh Lansia dan Anak, Hadirkan Layanan Prioritas hingga Lomba Kreativitas

Jumat, 10 Juli 2026 - 08:44 WIB

Gebrakan Digital RSUD Jombang Luncurkan Aplikasi e-Pasien, Pelayanan Lebih Cepat Tanpa Antri Lama

Sabtu, 13 Desember 2025 - 10:54 WIB

Pelantikan IDI Cabang Jombang: Momen Strategis Menuju Kesehatan Berkualitas

Kamis, 27 November 2025 - 03:40 WIB

Seminar “Cegah Jantung dan Stroke: Investasi Kesehatan untuk Pekerja” Di RSUD Jombang

Senin, 29 September 2025 - 07:55 WIB

Kepemimpinan dr. Pudji Umbaran, M.KP. Hadirkan Layanan RSUD Jombang yang Humanis dan Inovatif

Minggu, 3 Agustus 2025 - 08:55 WIB

Merawat Lambung Merawat Tubuh Antara Ilmu, Iman dan Gaya Hidup

Berita Terbaru