Dalam sesi wawancara dengan para wartawan, Mas Juned, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto, menekankan pentingnya Pilkada yang sehat. Ia menyoroti isu yang menyebut bahwa Pilkada Kota Mojokerto 2024 akan dihadapi oleh calon tunggal, atau yang sering disebut “Bumbung Kosong”. “Saya sering mendengar bahwa lawan politik saya akan menghadapi Bumbung Kosong, karena semua rekomendasi telah dia borong. Ini bukanlah citra demokrasi yang benar. Biarkan masyarakat memilih dengan hati nurani mereka, jangan sedikit-sedikit musuhnya Bumbung Kosong,” tegasnya.
Mas Juned juga menyatakan dukungannya agar Pilkada Kota Mojokerto memiliki lebih dari tiga pasangan calon. “Jangan sampai muncul pandangan bahwa musuh Bumbung Kosong lebih aman dan kondusif. Selama ini, Pilkada di Kota Mojokerto selalu aman dan kondusif meski ada lebih dari tiga calon. Ini adalah bagian dari demokrasi yang sehat,” lanjutnya.
Dalam konferensi pers tersebut, Mas Juned berharap Pilkada Mojokerto bisa menampilkan lebih dari tiga calon, sebagai wujud demokrasi yang sebenarnya. Ia juga mengimbau agar masyarakat diberikan kebebasan dalam memilih pemimpin tanpa adanya tekanan atau imbalan dari pihak tertentu. “Jika Bumbung Kosong yang menang, ini akan menjadi masalah. Oleh karena itu, biarkan masyarakat memilih calon pemimpin yang mereka inginkan dengan bebas,” pungkasnya.
Penulis : Sri H
Halaman : 1 2









