“Risiko gagal jantung juga tinggi pada kelompok orang yang menderita tekanan darah tinggi, sedang menjalani pengobatan tertentu, obesitas atau berat badan berlebih, dan memiliki pola hidup tidak sehat, seperti jarang berolahraga, merokok, serta konsumsi junk food,” jelas dr. Shofwan.
Sedangkan setiap penderita dapat memiliki gejala yang bervariasi, tergantung dari penyebab utama munculnya gagal jantung. Namun, secara keseluruhan seseorang dianjurkan untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika sudah mendapati beberapa gejala berikut yakni sesak napas, terutama semakin memberat dengan aktivitas, seperti berjalan atau naik tangga atau tidur telentang datar, tubuh terasa sangat lemas atau lelah hingga tidak mampu untuk melakukan aktivitas harian, terjadi pembengkakan di area kaki, termasuk telapak kaki dan pergelangan kaki (edema), jantung berdenyut cepat, lebih dari 120 kali per menit saat istirahat (palpitasi), sering terbangun di tengah malam karena sesak napas, kebingungan atau merasa gelisah, batuk di malam hari dan nyeri dada.
“Untuk itu, penanganan gagal jantung juga membutuhkan komitmen dan kepatuhan pasien untuk mengonsumsi obat secara teratur sesuai anjuran dokter, kontrol rutin ke dokter, dan beberapa hal yang dapat dilakukan dalam upaya pengobatan seperti lebih aktif secara fisik dengan rutin berolahraga, minimal 30 menit per hari, pilih olahraga dengan intensitas rendah hingga menengah, kurangi asupan makanan yang mengandung gula, garam, dan lemak yang tinggi, lakukan diet sehat untuk mempertahankan berat badan tetap ideal, istirahat yang cukup tidur minimal 6-8 jam, dan penuhi kebutuhan cairan tubuh, kendalikan stres dan berhenti merokok dan konsumsi makanan sehat,” papar dr. Shofwan.
Meski sudah tidak merasakan gejalanya, pasien harus tetap mengonsumsi obat yang diresepkan dokter. Jika sudah habis, tetap lakukan pemeriksaan secara rutin ke dokter, sekaligus untuk memastikan apakah terapi obat akan dilanjutkan atau diganti dengan metode lain. Selain itu, sangat dianjurkan untuk melakukan medical check up minimal satu kali per 6–12 bulan. Hal ini dilakukan untuk memantau kondisi kesehatan secara menyeluruh.
“Oleh karena itu, apabila Anda mengalami gejala-gejala tidak biasa yang berkaitan dengan kondisi jantung, penting untuk memperoleh diagnosis yang akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Jantung di layanan Poli Jantung RSUD Jombang Hari Senin-Kamis jam 07.30 – 12.00 WIB dan Hari Jum’at jam 07.30 – 11.00 WIB. Ada 3 dokter Spesialis yang melayani beberapa pemeriksaan penunjang, di antaranya tes darah, elektrokardiogram, ekokardiografi, angiogram koroner, pengambilan gambar dengan CT scan dan MRI scan jantung, serta pemeriksaan lainnya yang mungkin dibutuhkan,” pungkas dr. Shofwan.
Penulis : Julek
Halaman : 1 2









