Asal Usul Nama Negara Indonesia dan Periode Penjajahan

- Jurnalis

Sabtu, 8 Juli 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nama negara Indonesia, yang memiliki arti Pulau Hindia, memiliki akar kata dalam bahasa Yunani, yaitu “indos” yang berarti Hindia, dan “nenos” yang artinya Pulau. Ketika digabungkan, Indonesia berarti Pulau Hindia. Wilayah ini dulunya dihuni oleh orang-orang Austronesia yang diperkirakan berasal dari pulau Taiwan sekitar tahun 2000 sebelum Masehi.

Sebelum dinamai Indonesia, wilayah ini dikenal sebagai Nusantara, sebuah istilah yang berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya kumpulan pulau. Pemerintahan awal yang tercatat dalam sejarah adalah Kerajaan Kutai yang berdiri pada tahun 399 Masehi. Kemudian, muncul beberapa kerajaan Hindu-Buddha lainnya seperti Kerajaan Sriwijaya, Mataram Kuno, dan Kerajaan Majapahit.

Pada masa tersebut, agama Islam juga mulai berkembang di Nusantara. Agama Islam dibawa oleh para wali yang sering disebut Wali Songo. Pada masa Kerajaan Majapahit, wilayah Nusantara disebut sebagai masa keemasan, sesuai dengan sumber Kitab Negarakertagama. Pada saat itu, wilayah Majapahit meliputi wilayah yang saat ini bernama negara Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei.

Setelah keruntuhan Kerajaan Majapahit, muncul kerajaan-kerajaan Islam di wilayah ini, seperti kerajaan Demak, Mataram, Makassar, Aceh, Banten, dan lain-lain. Sementara itu, orang Eropa yang pertama kali mengunjungi wilayah ini adalah orang Italia, yaitu Marco Polo, yang mengunjungi Nusantara pada tahun 1292 Masehi.

Namun, jika dilihat secara historis, Indonesia hanya dijajah oleh Belanda selama 350 tahun, yaitu dari tahun 1602 hingga tahun 1942. Sebelum kedatangan Belanda, bangsa Portugis tiba di Nusantara pada tahun 1512, namun mereka hanya tinggal sebentar di Pulau Maluku untuk berdagang rempah-rempah. Portugis kemudian diusir oleh kesultanan-kesultanan di Nusantara dan melarikan diri ke Pulau Timor, yang kemudian menjadi Timor Leste.

Baca Juga  Pernyataan Sikap Aspirasi Masyarakat Peduli Indonesia Damai Sidoarjo Polemik Hak Angket Pemilu 2024

Belanda sendiri pertama kali datang ke Nusantara adalah Cornelis de Houtman pada tahun 1596. Tujuan kedatangan Belanda dan Portugis sama, yaitu untuk berdagang dan mencari keuntungan ekonomi. Namun, Belanda kemudian membentuk VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie) pada tahun 1602, yang merupakan sebuah perusahaan dagang.

Meskipun Belanda menguasai sejumlah kecil wilayah di Nusantara, seperti Batavia (sekarang Jakarta), hal tersebut tidak pantas disebut sebagai penjajahan, karena pada saat itu pemerintahan di Nusantara masih dipegang oleh kerajaan-kerajaan setempat yang berada di bawah pengaruh VOC. Kemudian, VOC bangkrut karena korupsi dan dibubarkan pada tahun 1799.

Setelah itu, Belanda dijajah oleh Prancis dan pemerintahan Belanda di bawah penjajahan Prancis mengutus Herman Willem Daendels pada tahun 1808 untuk membangun infrastruktur seperti jalan raya dari Anyer ke Panarukan dan membangun kota Bandung. Namun, pada saat itu, penguasaan Belanda hanya terbatas di pulau Jawa dan pemerintahan Jawa masih di bawah kerajaan Mataram.

Pada tahun 1811, Inggris menggantikan Prancis sebagai penguasa di Nusantara, namun mereka kemudian mengembalikan wilayah tersebut kepada Belanda pada tahun 1816. Mulai dari tahun tersebut, Belanda secara resmi menjajah Indonesia dengan menaklukkan seluruh kerajaan di wilayah yang saat ini disebut Indonesia, kecuali Aceh dan Papua. Pada tahun 1907, Belanda berhasil menaklukkan Aceh, dan pada tahun 1942, Jepang menggantikan Belanda sebagai penjajah Indonesia selama 3,5 tahun.

Total waktu Indonesia berada di bawah kekuasaan bangsa asing, termasuk Belanda dan Jepang, adalah selama 38,5 tahun. Setelah kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, negara ini terus berkembang menjadi negara yang kuat dan mandiri.

Demikianlah sejarah singkat mengenai asal usul nama negara Indonesia dan periode penjajahan yang dialami oleh bangsa ini. Meskipun masa penjajahan berlangsung selama beberapa abad, bangsa Indonesia telah menunjukkan semangat dan ketangguhan dalam mencapai kemerdekaan dan membangun negara yang merdeka dan berdaulat.

Baca Juga  Pemkab Lampung Barat Mendapatkan Dana Hibah Barang Milik Negara Dari Dirjen Kementrian

Penulis : Muhammad Shodiq

Berita Terkait

Dusun Otok Gelar Prosesi Penghormatan Terhadap Mbah Paing Dan Mbah Redjo Sebagai Pembabah Hutan
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Mei 2024 - 01:37 WIB

Lumbung Pangan Kabuh Mendapat 4 Ton Gabah Kering Dari Dinas Ketahanan Pangan Jombang

Rabu, 29 Mei 2024 - 04:13 WIB

Desa Boro, Tanggulangin, Mengadakan Lomba Tingkat RT Di Hadiri Juri Dari Forkopincam 

Selasa, 28 Mei 2024 - 12:19 WIB

Jelang Kongres Nasional IV KAI 2024, KAI Bogor Raya Siap Menangkan Aprillia Supaliyanto

Selasa, 28 Mei 2024 - 12:16 WIB

Pemdes Segodorejo,Optimalkan Pembangunan dan perawatan Infrastruktur kantor desa

Selasa, 28 Mei 2024 - 08:03 WIB

Kapolsek Terus Dekat dengan Warga, Bahas Keamanan Masyarakat

Minggu, 26 Mei 2024 - 20:48 WIB

Kabupaten Jombang Menggelar Pelantikan 918 Petugas Pemungutan Suara untuk Pilkada 2024

Minggu, 26 Mei 2024 - 10:01 WIB

Berantas Miras di Jombang, Polisi Amankan Ratusan Botol Beserta Penjualnya

Sabtu, 25 Mei 2024 - 09:29 WIB

Warga Pemangku ll (Dua) Pekon Bakhu Batu Ketulis Gotong Royong Mengecor Dak Masjid AL – Mubarokah 1

Berita Terbaru