Karena hal ini banyak menarik para wisatawan baik dari dalam atau luar negeri yang berkunjung ke Mojowarno.
Beberapa waktu yang lalu tepatnya pada hari Minggu, 1 Juni 2025 rombongan pecinta sejarah dari komunitas “Jadi Mau Kemana” yang terdiri dari 30 orang lebih yang berasal dari berbagai daerah seperti Jakarta, Padang, Malang, Semarang, Bali dan berbagai daerah lainnya. Menurut Daysi salah satu peserta kunjungan dari Malang mengatakan sangat tertarik berkunjung ke Mojowarno dengan melihat bangunan gereja, rumah sakit selain itu masyarakatnya yang multikultural. “Saya sangat berkesan melihat bangunan gereja yang masih asli bangunan Belanda yang struktur bangunannya sangat kuat” kata Daysi. Demikian juga dikatakan oleh Khubbi salah seorang pemandu wisata mengatakan “ Kami selalu ingin membawa para wisatawan ke Mojowarno untuk mengenalkan situs bangunan dan budaya peninggalan Belanda ketika para wisatawan berkunjung ke Jombang”.
Mojowarno selain peninggalan bangunan sejarah dan budaya juga merupakan gambaran dari sebuah kota multikultural yang menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama karena di kota ini terdapat berbagai pemeluk agama seperti Islam, Kristen, Hindu dan kepercayaan yang lain yang hidup rukun.
Penulis : Lukius Juliandri
Halaman : 1 2









