Jombang, Garda21– Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Jombang mengadakan kunjungan silaturahmi ke Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kristus Penolong, Blimbing, Gudo pada Selasa (22/7/2025). Kunjungan yang diikuti oleh sepuluh pengurus FKUB ini dipimpin oleh Ketua FKUB H.M. Munif Khusnan, S.H., M.Si, dan diterima langsung oleh Pendeta Timotius Andiek Hermawan, S.Th., beserta para penatua gereja.
Dalam sambutannya, Pendeta Timotius Andiek H. menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan tersebut. Ia juga menyatakan dukungannya terhadap program-program FKUB Jombang dalam menjaga keharmonisan antar umat beragama.
Ketua FKUB Kabupaten Jombang, H.M. Munif Khusnan, S.H., M.Si, menekankan pentingnya menjaga kerukunan antar umat beragama di wilayah Jombang. “Kunjungan ini merupakan silaturahmi antar pemeluk agama. Bulan ini, FKUB banyak berfokus pada kunjungan ke gereja-gereja kecil di Jombang, serta mengunjungi berbagai umat lainnya seperti di Pura, Vihara, Klenteng, dan Masjid.” Ia juga berharap sebagai tokoh agama, mereka memiliki tanggung jawab untuk memelihara kerukunan dan toleransi, baik secara internal maupun antar umat beragama.
Sementara itu, Wakil Ketua FKUB H. Didik Tondo Susilo, S.H., M.Si, dalam kesempatan yang sama, menyampaikan pentingnya penerapan “3K” bagi umat beragama dalam bermasyarakat, yaitu komunikasi, kontribusi, dan karya. “Tiga hal ini menjadi kunci penting bagi umat beragama dalam memberikan manfaat nyata kepada masyarakat,” jelasnya.
“Kunjungan silaturahmi ini bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan antar umat beragama, serta ikut bertanggung jawab dalam menciptakan kerukunan dan keharmonisan di Kabupaten Jombang. Ini juga merupakan modal dasar pembangunan NKRI,” ungkap Drs. H. Abu Zahlan, M.Pd., Sekretaris FKUB yang turut serta dalam kunjungan.
Kunjungan ini merupakan bagian dari program rutin FKUB dalam mempererat tali silaturahmi dengan berbagai komunitas keagamaan di Kabupaten Jombang. FKUB berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk memperkuat toleransi dan kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk.
Penulis : Lukius Juliandri
Editor : Reno












