JOMBANG, Garda21 – Pemerhati Kebijakan Publik, Hukum, dan Keadilan, Dr. H. Ahmad Sholikhin Ruslie, SH, MH, menghibahkan karyanya berjudul *Dinamika dan Problematika Kedudukan Ketetapan MPR RI* kepada DPD Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Puluhan eksemplar buku tersebut diterima langsung oleh Ketua DPD IWOI Jombang, Agus Pamuji. Buku ini dinilai memiliki bobot tinggi dalam membangun sistem hukum ketatanegaraan yang demokratis, egaliter, transparan, dan berkeadilan.
Sholikhin Ruslie menyebut hibah buku tersebut sebagai bentuk kontribusi nyata untuk mendukung peran pers di Jombang yang dinamis dan penuh tantangan. “Dengan membaca bismillahirrahmanirrahim, saya hibahkan buku ini kepada rekan-rekan IWOI Jombang. Semoga bermanfaat untuk menambah wawasan dan literasi dalam menjalankan tugas jurnalistik,” ujarnya saat menyerahkan buku di kediamannya, Desa Plandi, Kecamatan Jombang, kemarin.
Turut hadir dalam penyerahan itu, Sekretaris DPD IWOI Jombang, Ratno Hadi, dan jurnalis Roni Brown dari media online Lintas Daerah.
Dosen tetap Universitas 17 Agustus (Untag) Surabaya ini menegaskan bahwa seorang jurnalis profesional harus memiliki daya kontrol yang kuat terhadap kebijakan pemerintah. “Pers memiliki posisi strategis dalam menegakkan pilar demokrasi. Pemerintah tidak boleh melampaui batas kewenangan atau menjadi super body. Pers wajib hadir sebagai pengontrol agar tercipta keseimbangan,” tegas mantan anggota DPRD Jombang dari Fraksi PKB ini.
Menurutnya, pemerintah yang anti kritik justru berpotensi menimbulkan keresahan. “Kebijakan yang menimbulkan kontroversi dan kegaduhan publik sebaiknya dievaluasi bahkan dicabut. Banyak contoh kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat menimbulkan gelombang protes di mana-mana. Karena itu, peran pers ikut andil menyajikan informasi yang objektif, akurat, faktual, kredibel, dan kondusif,” ujar Ruslie.
Menanggapi rencana launching dan bedah buku, Ruslie menyikapinya dengan tenang. Meskipun awalnya DPD IWOI Jombang sudah menjalin kerjasama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Jombang, acara tersebut tak kunjung jelas pelaksanaannya. “Mungkin ada intervensi pihak tertentu di lingkaran Pemkab Jombang,” sindirnya.
Penulis : Tim Garda 21
Sumber Berita : IWOI Jombang
Halaman : 1 2 Selanjutnya









