Jombang, Garda21 – Rumah Sakit Kristen Mojowarno menandai penutupan program Clinical Pastoral Education (CPE) tahun 2025 dengan penuh khidmat di Gedung Dr. Soejadmoko pada Rabu, 26 November 2025. Program yang berjalan dari 22 September hingga 28 November 2025 ini diikuti oleh 10 peserta bersemangat dan satu observer.
Peserta CPE yang berasal dari berbagai latar belakang, termasuk pendeta, tenaga kesehatan, tenaga pastoral rumah sakit, dan diakones, mencerminkan keragaman dalam pelayanan. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara United Evangelical Mission (UEM) yang berbasis di Jerman dan sejumlah sinode gereja di Indonesia, menunjukkan komitmen bersama untuk melatih pemimpin pelayanan masa depan.
Pdt. Dr. Nursini Sihombing, M.Th., supervisor CPE sekaligus penggerak utama program, menjelaskan sejarah CPE yang luar biasa. “Program ini dimulai pada tahun 1925 di Worcester State Hospital, Massachusetts, Amerika Serikat, sebagai inisiatif Anton Boisen untuk melatih mahasiswa teologi dalam konteks pelayanan kesehatan mental,” ungkapnya.
Nursini menekankan bahwa pendidikan CPE di RS Kristen Mojowarno telah dijalankan sejak 2011 dengan standar internasional yang ketat. “Satu quarter pendidikan CPE ini membutuhkan waktu 400 jam, melibatkan kerja sama dengan berbagai sinode gereja seperti GKJW, GKPA, GKPI, GKE, dan HKBP,” tambahnya.
Direktur RS Kristen Mojowarno, dr. Heri Wibowo, M.Kes., memberikan apresiasi yang mendalam atas kepercayaan yang diberikan kepada lembaga tersebut. “Kami berharap para peserta dapat menerapkan ilmu yang didapat di tempat pelayanan mereka masing-masing,” katanya penuh harap.
Pdt. Sebnopiana Silitonga, salah satu peserta, berbagi pengalaman berharga. “Pendidikan CPE sangat membantu kami dalam memberikan pelayanan pendampingan pastoral. Kami dilatih untuk mengenal diri, manajemen emosi, menangani pasien dengan penyakit terminal, hingga membuat laporan ilmiah,” paparnya.
Senada dengan itu, dr. Ardi Driputra Adji, peserta dari RS Kristen Mojowarno, menambahkan, “Program ini memberi kami wawasan tentang pelayanan holistik. Dalam menyembuhkan pasien, kita harus memperhatikan aspek psikologi dan spiritual, bukan hanya pengobatan fisik. Program ini benar-benar perlu dilanjutkan.”
Acara yang penuh makna ini ditutup dengan penyerahan sertifikat kelulusan kepada seluruh peserta oleh supervisor dan direktur Rumah Sakit Kristen Mojowarno, simbolisasi end of a journey yang sekaligus menjadi awal dari tantangan baru dalam pelayanan.
Penulis : Lukius Juliandri
Editor : Reno












