PT Wika juga menambahkan bahwa untuk tanaman lain seperti jagung, cabe, avokad, dan pisang, petugas akan melakukan pengecekan lapangan untuk memastikan apakah tanaman tersebut dapat dipanen sebelum proyek dimulai.
Dilaporkan bahwa lebih dari 100 pohon jati telah ditanam di area lahan PUPR, dan 5 petani lainnya memiliki lahan SHM. Kompensasi untuk lahan SHM masih dalam tahap perundingan.
Di akhir kegiatan, PJ Sudimoro mengungkapkan harapan agar para petani yang terdampak dapat dilibatkan dalam pengerjaan proyek ini. PT Wika menegaskan bahwa mereka akan mendata warga yang terdampak, dengan Pak Wito dan tim di lapangan siap membantu mengakomodasi sesuai keahlian masing-masing.
Kegiatan sosialisasi ini bukan hanya sekadar informasi, tetapi juga menciptakan koneksi yang kuat antara pihak proyek dan masyarakat, dan menunjukkan komitmen untuk membantu petani dalam menghadapi perubahan yang akan datang.
Penulis : Julek
Halaman : 1 2









