Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki di kalangan masyarakat. Di harapkan, dengan adanya rasa kepemilikan ini, warga memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga, merawat, dan memaknai pendopo sebagai ruang publik yang inklusif dan berkelanjutan.
Rangkaian acara meliputi tour ruangan dan berbagai penampilan siswa dari SD hingga SMA yang memeriahkan suasana.
Dalam momen tersebut, seniman Wayang Potehi Gudo juga tampil dengan pertunjukan wayang yang menarik.
Toni Harsono, Ketua Yayasan Klenteng Hong San Kiong sekaligus pendiri Museum Potehi Gudo, memberikan edukasi mengenai sejarah dan prestasi Wayang Potehi Gudo yang telah tampil hingga tingkat internasional.
Bupati Warsubi mengajak seluruh masyarakat Jombang untuk ikut melestarikan budaya daerah, termasuk Wayang Potehi. “Wayang Potehi ini merupakan salah satu warisan budaya kita, yang sudah ada sejak tahun 1600 M, jauh sebelum Indonesia merdeka,” jelasnya.
Di hadapan hadirin, Bupati Warsubi mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat Kabupaten Jombang, yang telah membuat kabupaten ini meraih 18 penghargaan sepanjang tahun 2025.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergandeng tangan dalam memajukan Jombang, demi mewujudkan Jombang yang maju dan sejahtera untuk semua.
Penulis : Julek
Halaman : 1 2









