Mojowarno, Destinasi Wisata Sejarah Peninggalan Kolonial

- Jurnalis

Kamis, 5 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jombang, Garda21 – Tersembunyi di tengah hamparan hijau Kabupaten Jombang, Jawa Timur, sebuah wilayah bernama Mojowarno menyimpan segudang kisah yang tak hanya merangkum sejarah kejayaan Majapahit, tetapi juga menyajikan mozaik unik tentang masuknya Kekristenan, perjuangan di bawah kolonialisme, hingga semangat toleransi yang abadi. Mojowarno bukan sekadar titik di peta, melainkan narasi panjang tentang perpaduan budaya, keyakinan, dan kegigihan.

Mojowarno mengalami perubahan besar ketika kedatangan kolonialisme Belanda pada abad ke-19. Selain eksploitasi sumber daya, kebijakan “politik etis” membuka jalan bagi para misionaris Eropa, khususnya dari Nederlandsch Zendeling Genootschap (NZG), untuk menyebarkan Injil di Jawa. Mojowarno, dengan masyarakatnya yang terbuka dan tanahnya yang subur, menjadi salah satu target utama. Kekristenan tak hanya ditanam oleh orang Eropa. Adalah Kyai Paulus Tosari, seorang pribumi Jawa yang telah memeluk Kristen di tempat lain, yang menjadi guru Injil pertama dan berperan krusial.

Dengan pemahaman mendalam tentang budaya lokal, Kyai Tosari berhasil mendekati masyarakat Mojowarno. Tak heran, banyak orang Jawa yang ikut Kristen berkat pendekatan yang menghargai nilai-nilai setempat. Ini bukan sekadar pergantian keyakinan, melainkan sebuah transformasi sosial dan spiritual yang perlahan membentuk komunitas Kristen yang solid.
Jejak sejarah yang sampai saat ini dapat kita lihat di Mojowarno seperti bangunan gereja yang masih berdiri sejak tahun 1881 dan Rumah Sakit Kristen Mojowarno yang didirikan pada 6 Juni 1894. Selain peninggalan sejarah dalam bentuk fisik juga terdapat bentuk non fisik yaitu hari raya Undhu-Undhu, Kebetan, Keleman dan lainnya.

Karena hal ini banyak menarik para wisatawan baik dari dalam atau luar negeri yang berkunjung ke Mojowarno.
Beberapa waktu yang lalu tepatnya pada hari Minggu, 1 Juni 2025 rombongan pecinta sejarah dari komunitas “Jadi Mau Kemana” yang terdiri dari 30 orang lebih yang berasal dari berbagai daerah seperti Jakarta, Padang, Malang, Semarang, Bali dan berbagai daerah lainnya. Menurut Daysi salah satu peserta kunjungan dari Malang mengatakan sangat tertarik berkunjung ke Mojowarno dengan melihat bangunan gereja, rumah sakit selain itu masyarakatnya yang multikultural. “Saya sangat berkesan melihat bangunan gereja yang masih asli bangunan Belanda yang struktur bangunannya sangat kuat” kata Daysi. Demikian juga dikatakan oleh Khubbi salah seorang pemandu wisata mengatakan “ Kami selalu ingin membawa para wisatawan ke Mojowarno untuk mengenalkan situs bangunan dan budaya peninggalan Belanda ketika para wisatawan berkunjung ke Jombang”.

Baca Juga  Polres Jombang Gelar Minggu Kasih di GKJW Mojoagung

Mojowarno selain peninggalan bangunan sejarah dan budaya juga merupakan gambaran dari sebuah kota multikultural yang menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama karena di kota ini terdapat berbagai pemeluk agama seperti Islam, Kristen, Hindu dan kepercayaan yang lain yang hidup rukun.

Penulis : Lukius Juliandri

Berita Terkait

Rumah Sakit Kristen Mojowarno Laksanakan Survei Akreditasi pada 22–24 Juli 2026 oleh Lembaga Akreditasi Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS)
Rapat Persiapan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Warga RT 06 RW 02 Dusun Kabunan Perkuat Kekompakan Dan Semangat Gotong Royong
Pertemuan rutin Kader se-kecamatan Tanggulangin digelar di Desa kalitengah
Sinergitas Perhutani KPH Jombang Bersama Kejaksaan Negri Jaga Aset Negara Dan Kelestarian Hutan
Jelang Muktamar NU ke-35, Dinas PUPR kerjakan perbaikan Jalan dan Penataan Lingkungan sekitar PP Bahrul Ulum Tambakberas
HAUL KE-79 SESEPUH DESA SIMPANG PRAMBON DIRAYAKAN MERIAH, WARGA BERBONDONG-BONDONG HADIR
Bulan Penuh Prestasi, Dishub Jombang Sabet Tiga Penghargaan Sekaligus di Juli 2026
GRIB Jaya DPC Jombang Gelar Jumat Berkah, Bagikan Makanan untuk Penunggu Pasien di RS Kristen Mojowarno
Berita ini 252 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:16 WIB

Rumah Sakit Kristen Mojowarno Laksanakan Survei Akreditasi pada 22–24 Juli 2026 oleh Lembaga Akreditasi Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS)

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:10 WIB

Rapat Persiapan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Warga RT 06 RW 02 Dusun Kabunan Perkuat Kekompakan Dan Semangat Gotong Royong

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:38 WIB

Pertemuan rutin Kader se-kecamatan Tanggulangin digelar di Desa kalitengah

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:16 WIB

Sinergitas Perhutani KPH Jombang Bersama Kejaksaan Negri Jaga Aset Negara Dan Kelestarian Hutan

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:10 WIB

Jelang Muktamar NU ke-35, Dinas PUPR kerjakan perbaikan Jalan dan Penataan Lingkungan sekitar PP Bahrul Ulum Tambakberas

Jumat, 17 Juli 2026 - 22:38 WIB

Bulan Penuh Prestasi, Dishub Jombang Sabet Tiga Penghargaan Sekaligus di Juli 2026

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:44 WIB

GRIB Jaya DPC Jombang Gelar Jumat Berkah, Bagikan Makanan untuk Penunggu Pasien di RS Kristen Mojowarno

Jumat, 17 Juli 2026 - 02:39 WIB

Lengkapi Barisan Perangkat Desa, Ardhi Wirayuda Resmi Dilantik Pimpin Dusun Sono Desa Ngogri

Berita Terbaru