Jombang, Garda21 – Dusun Mojodukuh, Desa Mojowangi, Kecamatan Mojowarno, bergemuruh dengan semangat kebersamaan pada hari Minggu, 6 Juli 2025. Dalam rangka tasyakuran, warga setempat menggelar pentas kesenian Jaranan yang memukau dan penuh makna.
Acara ini dihadiri oleh Pembina Paguyuban Kesenian Jaranan Jombang (PKJJ), Bapak Joko Fatah Rochim, bersama para pamong desa, anggota Koramil, dan masyarakat sekitar. Suasana semakin hangat dengan kenduri bersama dan potong tumpeng, yang menjadi simbol rasa syukur atas kesejahteraan yang telah diberikan Tuhan.
Dalam sambutannya, Puji Setyo Tuhu, pimpinan kesenian Jaranan Putro Segoro dan tokoh masyarakat Mojodukuh, menyampaikan, “Acara ini adalah ungkapan syukur kepada Tuhan dan sekaligus upaya pelestarian budaya kesenian Jaranan. Kita harus menjaga warisan budaya ini, terutama untuk generasi muda yang kini terpapar budaya asing.”
Joko Fatah Rochim menambahkan, “Kesenian Jaranan adalah sarana hiburan yang harus kita jaga. Mari kita pastikan setiap pementasan berlangsung damai tanpa keributan. Dengan melestarikan Jaranan, kita juga dapat menarik wisatawan untuk berkunjung ke Jombang.”
Acara tasyakuran ini ditutup dengan pementasan seni budaya Jaranan Putro Segoro, yang menampilkan keindahan dan kekayaan budaya Mojodukuh. Suasana penuh kegembiraan ini menjadi simbol harapan bagi masyarakat untuk terus melestarikan dan mengembangkan kebudayaan lokal.
Penulis : Lukius Juliandri
Editor : Reno












