Jombang, Garda 21– Tradisi budaya sedekah dan karnaval di Desa Kedungrejo, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, menjadi momen tahunan yang sangat dinantikan oleh masyarakat Jombang pada umumnya.
Pada Minggu, 20 Juli 2025, masyarakat Desa Kedungrejo kembali menggelar ritual budaya yang telah mengakar kuat dalam kehidupan pedesaan. Acara ini merupakan bentuk syukur atas rezeki dan hasil panen yang melimpah.
Lebih dari sekadar seremoni tahunan, acara ini menggambarkan semangat gotong royong, kerukunan, dan kekuatan budaya lokal yang terus dipertahankan di tengah arus modernisasi. Warga dari berbagai usia terlibat dalam seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari mempersiapkan hasil bumi, menyusun hiasan, hingga ikut serta dalam pawai budaya.
Kegiatan Sedekah Desa Kedungrejo dimulai dengan arak-arakan hasil bumi sebagai simbol rasa syukur atas berkah dari Allah SWT. Hasil panen seperti padi, jagung, sayur-sayuran, dan buah-buahan dibagikan secara simbolis kepada warga, mengingatkan bahwa rezeki adalah titipan yang harus dibagi.
Iring-iringan jolen turut memeriahkan karnaval, menambah semarak suasana di Desa Kedungrejo. Pawai budaya dimeriahkan oleh penampilan anak-anak dan pemuda dengan drumband, serta pertunjukan seni tradisional kuda lumping yang menggambarkan keberanian dan semangat perjuangan. Generasi muda juga menunjukkan kekompakan melalui jogetan kreatif yang mengikuti alunan musik, membuktikan bahwa budaya lokal tetap bisa bersinergi dengan ekspresi masa kini.
Selain sebagai hiburan, rangkaian acara ini mengandung pesan moral dan spiritual tentang pentingnya rasa syukur, saling berbagi, dan menjaga keharmonisan sosial.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Kedungrejo, M. Nurudin, mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh warga yang telah bahu-membahu menyukseskan acara ini.
“Ini adalah bentuk rasa syukur kami kepada Allah SWT atas panen yang melimpah. Kami berharap tradisi ini terus dijaga, dan warga Desa Kedungrejo selalu guyub rukun serta saling menjaga kerukunan,” ucapnya kepada media.
Ia juga menambahkan harapannya agar Desa Kedungrejo bisa lebih maju dan bermartabat, menjadi desa yang “Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghaffur.”
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat ikatan sosial antarwarga serta memberikan semangat baru untuk menjaga keharmonisan dan ketahanan sosial di tingkat desa.
Kepala Desa Kedungrejo, M. Nurudin, menyatakan kebanggaannya terhadap masyarakat Kedungrejo.
“Kami sangat mengapresiasi kekompakan warga. Tradisi sedekah desa seperti ini bukan hanya menjaga budaya, tetapi juga mempererat silaturahmi dan menumbuhkan rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Beliau berharap, kegiatan ini dapat menginspirasi desa-desa lain untuk terus menggali dan menjaga kearifan lokal yang sarat nilai dan pesan moral












