Jombang, Garda 21– Pemerintah Kabupaten Jombang bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup, PT Perusahaan Gas Negara (PGN), serta komunitas pengusaha tahu resmi memulai pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal di Kecamatan Jogoroto, Selasa (16/9/2025). Proyek ini ditandai dengan peletakan batu pertama.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Jombang H. Warsubi dan istrinya Yuliati Nugrahani, jajaran Forkopimda, Direktur SDM & Penunjang Bisnis PGN Rahmat Hutama, serta Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Air KLHK, Tulus Laksono.
Menurut Tulus, IPAL komunal ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial (CSR) PGN senilai Rp 7,7 miliar. Meski masih banyak daerah lain dengan jumlah perajin tahu lebih banyak, Jombang dipilih karena kapasitas produksi yang lebih tinggi. Saat ini terdapat 88 perajin di Jogoroto dengan kapasitas olahan kedelai mencapai 84 ton per hari. Pembangunan IPAL ditargetkan selesai dalam enam bulan.
Industri tahu di Jogoroto yang tumbuh sejak era 1970-an kini berkembang menjadi ikon “Tahu Njombang”. Ada 88 usaha yang mempekerjakan lebih dari 3.000 orang. Namun, aktivitas produksi itu menghasilkan limbah cair sekitar 1,26 juta liter per hari yang mengganggu kualitas sungai dan air tanah. Kondisi ini memunculkan keluhan warga.
Untuk mencari solusi, para pengusaha membentuk Paguyuban Sumber Berkah yang kemudian menjadi Koperasi Sumber Berkah. Koperasi menyediakan lahan 4.305 meter persegi untuk pembangunan IPAL. Dengan fasilitas ini, beban pencemar diharapkan berkurang dari 4.200 kilogram per hari menjadi hanya 420 kilogram.
Bupati Warsubi memberi apresiasi kepada semua pemangku kepentingan, termasuk 88 pengusaha tahu dari Desa Sumbermulyo, Ngumpul, dan Mayangan, yang telah menghibahkan tanahnya. “Dengan kolaborasi lintas pihak, dari pemerintah pusat, daerah, hingga masyarakat dan dunia usaha, permasalahan lingkungan di Jombang bisa ditangani lebih efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.
PGN melalui Rahmat Hutama menegaskan, program ini adalah bagian dari inisiatif **“Kampung Pangan Bersinar, Berwawasan Lingkungan, Sejahtera, dan Tenar.”** Selain IPAL, PGN juga akan membangun kolam fitoremediasi dan mendorong peralihan bahan bakar kayu ke energi yang lebih ramah lingkungan.
Tak hanya fokus ke sektor lingkungan, PGN turut mendukung pemberdayaan sosial-ekonomi, misalnya penguatan koperasi dan pengembangan produk tahu.
Dengan adanya IPAL ini, pemerintah berharap persoalan limbah dapat teratasi sekaligus memberi dampak positif pada keberlanjutan usaha, kesehatan warga, serta hubungan harmonis antara pelaku industri, pemerintah, dan masyarakat.
Sebagai penutup acara peletakan batu pertama, turut dilakukan penanaman pohon, kunjungan ke UMKM pengolahan tahu, serta dialog bersama pengusaha lokal. Para tamu undangan juga mencicipi beragam olahan tahu khas Jombang seperti tahu susu, tahu gejrot, tahu bakso, dan tahu walik.
Penulis : Julek












