Jombang, Garda 21 — Gubernur Jawa Timur Indar Parawangsa meresmikan sekaligus menandai tonggak penting program rehabilitasi dan revitalisasi fasilitas pendidikan dengan meresmikan 51 titik sekolah yang tersebar di beberapa kabupaten. Acara peresmian di Kabupaten Jombang dipusatkan di SMKN 1 Jombang, yang menjadi tuan rumah untuk peluncuran Edocational Hotel (Edhotel) serta peresmian sejumlah sekolah SMA, SMK, dan SLB di wilayah Jombang, Nganjuk, dan Blitar, Rabu 11 Maret 2026.
Dalam sambutannya, Gubernur Indar Parawangsa menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menyeluruh untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui perbaikan sarana dan prasarana. “Kita meresmikan revitalisasi dan juga renovasi berbagai ruang belajar. Saat ini yang sudah kami resmikan mencapai 400 titik di seluruh Jawa Timur, dan masih ada beberapa titik lagi yang akan segera diselesaikan,” ujar Gubernur.
SMKN 1 Jombang dipilih sebagai lokasi peresmian karena perannya yang strategis dalam pengembangan pendidikan kejuruan di daerah. Salah satu proyek unggulan yang diresmikan di sekolah ini adalah Edhotel — fasilitas pendidikan terintegrasi yang dirancang untuk mendukung praktik kejuruan sektor perhotelan dan pariwisata. Dengan adanya Edhotel, siswa SMKN 1 Jombang mendapatkan akses langsung ke sarana praktikum modern yang mendekatkan pengalaman belajar mereka pada dunia industri.
Kepala SMKN 1 Jombang, Abdul Muntolib, SPd M Mmenyatakan kebanggaannya atas terpilihnya sekolahnya sebagai lokasi peresmian. “Kami menyambut baik perhatian dan dukungan Pemerintah Provinsi. Fasilitas seperti Edhotel dan ruang-ruang yang telah direvitalisasi akan sangat membantu proses pembelajaran vokasi di sekolah kami. Siswa akan lebih siap memasuki dunia kerja,” kata Ahmad Santoso.
Gubernur Indar Parawangsa juga menegaskan harapannya agar perbaikan fisik sekolah tidak hanya menjadi proyek semata, tetapi dapat mendorong suasana belajar yang lebih kondusif. “Dengan revitalisasi dan rehabilitasi sekolah, kami berharap suasana belajar makin didukung oleh sarana prasarana yang memadai sehingga proses pendidikan menjadi lebih efektif dan inspiratif bagi siswa dan guru,” tambahnya.
Peresmian ini meliputi berbagai bentuk perbaikan, mulai dari renovasi ruang kelas, laboratorium, workshop kejuruan, hingga fasilitas pendukung seperti perpustakaan dan sanitasi. Program ini ditempuh sebagai respons terhadap kebutuhan peningkatan kualitas pendidikan vokasi dan inklusif, termasuk perbaikan fasilitas di SLB agar layanan pendidikan bagi siswa berkebutuhan khusus semakin layak.
Di samping peresmian, acara yang dihadiri oleh pejabat daerah, perwakilan dinas pendidikan, guru, serta perwakilan siswa ini juga menjadi momen untuk memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten, sekolah, dan dunia usaha dalam pembinaan kompetensi anak didik. Diharapkan, kolaborasi tersebut dapat membuka lebih banyak peluang magang dan penyaluran lulusan ke dunia kerja.
Dengan terselesaikannya 400 titik revitalisasi di seluruh Jawa Timur, upaya peningkatan kualitas infrastruktur pendidikan ini diharapkan memberi dampak jangka panjang pada mutu pendidikan dan daya saing lulusan. Pemerintah provinsi menyatakan komitmen untuk melanjutkan program hingga semua titik yang direncanakan terselesaikan.
Penulis : Julek










