Jombang, Garda21–Bantuan hidup dasar atau disingkat dengan BHD adalah tingkat perawatan medis dasar yang diberikan pada pasien dengan penyakit atau cedera yang mengancam jiwa sampai dapat diberikan perawatan medis penuh oleh penyedia bantuan hidup lanjutan. Setiap orang bisa memiliki ketrampilan BHD meskipun bukan orang medis. Pada hari kamis (26/10/2023) di Klinik Pratama Nahdlatul Ulama Mojoagung diadakan pelatihan BHD yang diikuti oleh 22 peserta baik itu medis (dokter, perawat, bidan) maupun non medis (administrasi, cleaning service) dan tenaga lainnya. Sebagai pembimbing didatangkan dari tim 119 Rumah Sakit Kristen Mojowarno. hidup dasar atau disingkat dengan BHD adalah tingkat perawatan medis dasar yang diberikan pada pasien dengan penyakit atau cedera yang mengancam jiwa sampai dapat diberikan perawatan medis penuh oleh penyedia bantuan hidup lanjutan. Setiap orang bisa memiliki ketrampilan BHD meskipun bukan orang medis. Pada hari kamis (26/10/2023) di Klinik Pratama Nahdlatul Ulama Mojoagung diadakan pelatihan BHD yang diikuti oleh 22 peserta baik itu medis (dokter, perawat, bidan) maupun non medis (administrasi, cleaning service) dan tenaga lainnya. Sebagai pembimbing didatangkan dari tim 119 Rumah Sakit Kristen Mojowarno.
Acara dimulai dengan pemaparan teori tentang BHD yang disampaikan dr. Cintya dan dr. Yohanes Ary Prayoga dari tim 119, kemudian dilanjutkan praktek ketrampilan BHD. “Hal pertama yang harus diperhatikan saat menolong pasien yang mengalami henti jantung sebelum dilakukan BHD adalah aman diri, aman pasien, dan aman lingkungan” kata dr. Yoga saat memberikan materi. ” kemudian cek respon pasien, cek nadi pasien, jika tidak respon dan nadi tidak teraba maka segera lakukan resusitasi jantung paru” sambung dr. Cintya melanjutkan pemaparan materi. Selain menjelaskan tentang materi BHD, tim 119 juga mempraktekkan langsung teknik BHD diikuti para peserta pelatihan.
Setelah mendapatkan materi yang cukup serta mempraktekkan cara memberikan bantuan hidup dasar, peserta diajak melakukan simulasi penanggulangan bencana kebakaran dan disertai dengan pemberian bantuan hidup dasar pada korban kebakaran, pada saat simulasi ini terlihat seru karena setiap peserta mengambil peran masing-masing, ada yang sebagai pemadam api, ada sebagai korban, ada yang memberikan BHD, dan ada sebagai regu evakuasi.
Menurut Ainun salah satu peserta pelatihan mengungkapkan bahwa pelatihan ini sangat bagus karena kita bisa mengetahui cara pemberian bantuan hidup dasar pada orang yang mengalami henti jantung supaya jiwanya tertolong dari resiko kematian. ” Pelatihan ini memberikan pengetahuan bagi kita sebagai orang awam ketika menjumpai keadaan orang tidak sadar atau mengalami henti jantung” ungkap Devi peserta lain dari kalangan non medis.
Selain pemberian materi dan praktek BHD juga disampaikan tentang pertolongan pertama pada orang tersedak oleh tim 119, baik itu untuk korban orang dewasa, anak maupun bayi.












