Mengenal Cikal Bakal Toleransi di Kota Santri yang di Gagas Mbah Coolen

- Jurnalis

Selasa, 21 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jombang, Garda21– Jombang memiliki seorang tokoh terkenal terutama dari kalangan orang kristen yaitu Coenrad Laurens Coolen yang merupakan seorang Indo, ayahnya dari keturunan bangsa Portugis dan Belanda, yang berkewarganegaraan Rusia yang menikah dengan putri bangsawan Mataram. Tokoh ini biasanya akrab di panggil Mbah Coolen yang tinggal di Ngoro dan merupakan sosok yang sangat toleran di jamannya.

” Saya ingin menemukan sosok yang menggambarkan seorang Kristen Nusantara, dari beberapa literatur yang saya baca barulah saya ketahui bahwa C.L. Coolen atau yang terkenal dengan sebutan Mbah Coolen merupakan sosok Kristen Nusantara yang saya temui” kata Gus Aan Anshori mengawali diskusi memperingati Hari Toleransi sedunia yang diadakan di Kedai Sufie pada hari Senin ( 20/11/2023).

” Pada saat menjadi pemimpin di persil Ngoro Mbah Coolen memberikan kebebasan kepada para pekerjanya untuk menjalankan agamanya, dan dari sinilah kita ketahui cikal bakal Toleransi antar umat beragama di kota Santri” Lanjut Gus Aan yang merupakan ketua Gusdurian Jombang.


“Coolen mempunyai latar belakang budaya yang dipengaruhi oleh ibunya yang merupakan putri bangsawan dari Mataram, sehingga dalam menyampaikan kekristenan sering menggunakan budaya Jawa yang mudah diterima oleh masyarakat pada waktu itu” ungkap Wiryo Widianto. ” Mbah Coolen telah memberikan contoh yang baik mengenai kehidupan bertoleransi dengan tidak melarang membangun Masjid dan memiliki jiwa sosial yang tinggi, salah satunya ketika terjadi kelaparan di Jawa Timur, Mbah Coolen dapat menyediakan beras bagi ribuan orang dengan cara menjual beras dengan harga yang murah” terang Mas Wiwid panggilan akrab Wiryo Widianto yang merupakan pengarang buku Paulus Tosari.

Menurut pendeta Suyono, ” Coolen adalah tokoh Misionaris Kristen yang mengkabarkan Injil dengan cara berbeda dengan orang- orang eropa pada saat itu, karena menggunakan Budaya Jawa untuk mendekati masyarakat yaitu melalui media wayang dan tembang, meskipun Mbah Coolen memiliki kekurangan juga menurut iman kristen yaitu memiliki istri lebih dari satu Namun memiliki peranan besar untuk perkembangan keKristenan di tanah Jawa”.
Sementara itu menurut pendeta Tri Kridhaningsih ” Coolen adalah sosok yang sangat pintar dimana dia dapat menggunakan budaya untuk mengajarkan kekristenan, selain itu beliau juga mengajari masyarakat untuk bertani atau bercocok tanam dengan benar sehingga pada waktu itu di wilayah Ngoro masyarakatnya makmur”. ” Dalam beragama itu dapat beriringan dengan Budaya, sehingga terjalin toleransi dan saling menghormati diantara masyarakat” lanjut Pendeta Kridha.

Baca Juga  Kekeringan Tanaman Padi di Muara Telang Banyuasin yang Berumur 30 Hari Sanggat Menghawatirkan

“Sosok Coolen merupakan tokoh yang memberikan pandangan tentang toleransi terhadap umat beragama, selain itu menjadi contoh dalam kehidupan bermasyarakat dan berbudaya, kita perlu mengangkat tokoh-tokoh yang lain dalam diskusi mendatang yang mempunyai andil dalam sikap toleransi terhadap sesama “. Pungkas Gus Aan dalam acara diskusi ini yang di moderatori oleh Nur Nasya, jurnalis KR53.

Penulis : Lukius Juliandri

Berita Terkait

Pengusaha Jombang Warsubi  Mendaftar Sebagai Bacalon Bupati di PDI Perjuangan
Pemkab Jombang Meluncurkan Gerbang Penting untuk Pencegahan Stanting
Siswa SD se Kabupaten Jombang Bersaing di Ajang Final Lomba Bahasa dan Seni
Musrenbang Kecamatan Tembelang: Hilirisasi Agro Bisnis untuk Kemajuan Kabupaten Jombang
SENYUM CERIA MENGHIASI WARGA DESA KREMBANGAN KECAMATAN GUDO ATAS DIBAGINYA SERTIFIKAT ( PT SL )
Sosialisasi SPPT PBB-P2 2024 Diselenggarakan oleh Bapenda Jombang
Potongan Tumpeng Menandai Peringatan Harlah PPP ke-51 di Jombang
Polisi di Jombang Sambangi Pengemudi Ojol Korban Kecelakaan
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Mei 2024 - 01:37 WIB

Lumbung Pangan Kabuh Mendapat 4 Ton Gabah Kering Dari Dinas Ketahanan Pangan Jombang

Rabu, 29 Mei 2024 - 04:13 WIB

Desa Boro, Tanggulangin, Mengadakan Lomba Tingkat RT Di Hadiri Juri Dari Forkopincam 

Selasa, 28 Mei 2024 - 12:19 WIB

Jelang Kongres Nasional IV KAI 2024, KAI Bogor Raya Siap Menangkan Aprillia Supaliyanto

Selasa, 28 Mei 2024 - 12:16 WIB

Pemdes Segodorejo,Optimalkan Pembangunan dan perawatan Infrastruktur kantor desa

Selasa, 28 Mei 2024 - 08:03 WIB

Kapolsek Terus Dekat dengan Warga, Bahas Keamanan Masyarakat

Minggu, 26 Mei 2024 - 20:48 WIB

Kabupaten Jombang Menggelar Pelantikan 918 Petugas Pemungutan Suara untuk Pilkada 2024

Minggu, 26 Mei 2024 - 10:01 WIB

Berantas Miras di Jombang, Polisi Amankan Ratusan Botol Beserta Penjualnya

Sabtu, 25 Mei 2024 - 09:29 WIB

Warga Pemangku ll (Dua) Pekon Bakhu Batu Ketulis Gotong Royong Mengecor Dak Masjid AL – Mubarokah 1

Berita Terbaru