Demo budayawan Majapahit turut diadakan sebagai bentuk protes terhadap pengurukan yang diduga merugikan warisan budaya. Namun, kepala desa Trowulan terus menghindari pertanyaan, bahkan mengklaim hanya sebagai “perangkat desa biasa.”
Media yang berusaha mendapatkan klarifikasi mengalami kesulitan saat mendatangi kantor Balai Desa Trowulan Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Kekecewaan media terhadap sikap kepala desa semakin menguat, meninggalkan banyak pertanyaan tanpa jawaban yang memadai terkait tindakan pengurukan yang kontroversial ini. ( Srih )
Penulis : Sri H
Halaman : 1 2









