Jombang, Garda21 – Sandur Manduro merupakan seni tradisional asli dari Kabupaten Jombang yang telah ada sejak ratusan tahun. Kesenian ini sendiri pernah mencapai masa kejayaan pada tahun 1970-an. Dan tahun 2017, Sandur Manduro telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) milik Kabupaten Jombang oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Komunitas Njombangan yang fokus pada upaya pelestarian dan promosi Heritage Jombang, terkait toleransi, seni, budaya, tradisi, bahasa, pariwisata, dan sejarah mencoba untuk kenal lebih dekat dengan Seniman Sandur Manduro yang masih bertahan hingga saat ini.
Melalui program Jombang Sambang Sedulur. Bertempat di Sanggar Panji Arum milik Cak Ripain, Komunitas Njombangan mencoba mengenal lebih dekat kesenian yang berada di Desa Manduro, Kecamatan Kabuh, pada Minggu 02/07/2023.
“Kesenian Sandur Manduro ini sudah ada dari dulu. Saya mengikuti sejak tahun 86, mulai SD kelas 6.”
”Sandur tidak dikemas jadi satu seperti ludruk yang pementasan habis dalam satu malam. Sandur ceritanya banyak sekali, ada Sogolan, Manuk Tengkek, ada cerita Cina mburu celeng, ada cerita Lurah Klepek, banyak sekali. Ceritanya dari dulu juga pakem tidak ada perubahan, hanya saja ada pengembangan dari gerak dasar menyesuaikan permintaan dari yang meminta pementasan Sandur ini”.Ungkap Ripain, yang Kakeknya dulu juga seniman Senin Sandur.
Penulis : Ringga
Halaman : 1 2 Selanjutnya









