Romo Kyai Asep juga menjelaskan bahwa Ponpes Amanatul Ummah telah mencetak ribuan alumni berprestasi yang diterima di berbagai perguruan tinggi ternama, baik di dalam maupun luar negeri.
Ia bahkan menyebutkan bahwa tingkat kelulusan dan penerimaan santri Amanatul Ummah di fakultas kedokteran lebih tinggi dibandingkan gabungan 20 SMA Negeri di Kabupaten Mojokerto.
“Prestasi itu adalah buah dari perjuangan panjang. Maka sangat disayangkan jika nama besar Amanatul Ummah dicemarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.
LSM Mojokerto Sosialisasikan Gerakan Tutup Tambang Ilegal (GTTI)
Usai pernyataan Romo Kyai Asep, giliran Suliyono, S.Pd., Ketua Pokja LSM Mojokerto, menyampaikan sosialisasi mengenai GTTI (Gerakan Tutup Tambang Ilegal).
Gerakan ini merupakan bentuk kepedulian LSM Mojokerto terhadap maraknya praktik tambang tanpa izin yang selama ini merusak lingkungan, menimbulkan korban jiwa, dan merugikan negara.
> “Tambang ilegal adalah musuh negara. Mereka mencuri kekayaan alam, tidak bayar pajak, dan merusak lingkungan. Sudah saatnya masyarakat bersama aparat menutup tambang-tambang ilegal tersebut,” tegas Suliyono.
GTTI, lanjutnya, akan berkolaborasi dengan Satpol PP, Polres, TNI, serta masyarakat untuk melakukan aksi nyata penutupan tambang ilegal di Mojokerto.
Semangat ini, katanya, terinspirasi langsung dari pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyerukan penutupan semua tambang ilegal tanpa pandang bulu. ujarnya ( SriH)
Penulis : Sri H
Halaman : 1 2










