Mojokerto Garda 21–Bertempat di bangunan megah Istana Afia Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Bendunganjati, Pacet, Mojokerto, berlangsung dua agenda press release sekaligus pada Jum’at (7/11/2025) pagi sekitar pukul 09.00 WIB.
Agenda pertama disampaikan oleh pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Romo Kyai Haji Prof. Dr. Asep Saifuddin Chalim, M.A., sedangkan agenda kedua disampaikan oleh Suliyono, S.Pd., Ketua Pokja Pimpinan LSM Mojokerto, yang mensosialisasikan program Gerakan Tutup Tambang Ilegal (GTTI) di hadapan lebih dari seratus wartawan dan perwakilan LSM se-Kabupaten Mojokerto.
Romo Kyai Asep Nama Amanatul Ummah Telah Dicemarkan
Dalam pernyataannya, Romo Kyai Asep menyampaikan protes keras terhadap beredarnya pemberitaan di media sosial mengenai dugaan aktivitas tambang ilegal yang dikaitkan dengan sebuah koperasi bernama Amanatul Ummah di Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Mojokerto.
Menurutnya, pemberitaan tersebut menimbulkan kerugian moral dan nama baik bagi lembaga pendidikan Pondok Pesantren Amanatul Ummah yang telah berdiri sejak tahun 1998 dan dikenal luas atas prestasi akademiknya, baik di tingkat nasional maupun internasional.
> “Nama Amanatul Ummah itu nama yang besar dan mulia. Artinya adalah ‘Amanah Umat’, sebuah nama yang agung. Tidak seharusnya digunakan sembarangan, apalagi dikaitkan dengan kegiatan ilegal seperti penambangan liar,” tegas Romo Kyai Asep di hadapan awak media.
Beliau menegaskan bahwa Ponpes Amanatul Ummah sama sekali tidak memiliki hubungan dengan koperasi atau kegiatan penambangan ilegal tersebut.
Selain itu, ia meminta kepada pihak-pihak terkait untuk mempertanggungjawabkan secara hukum penggunaan nama “Amanatul Ummah” tanpa izin.
> “Kami meminta media turut meluruskan bahwa Amanatul Ummah adalah lembaga pendidikan Islam yang berkomitmen melahirkan manusia unggul, beriman, bertakwa, dan berakhlakul karimah, guna kejayaan Islam dan kemuliaan bangsa Indonesia,” tambahnya.
Amanatul Ummah, Lembaga Pendidikan Berprestasi Dunia
Romo Kyai Asep juga menjelaskan bahwa Ponpes Amanatul Ummah telah mencetak ribuan alumni berprestasi yang diterima di berbagai perguruan tinggi ternama, baik di dalam maupun luar negeri.
Ia bahkan menyebutkan bahwa tingkat kelulusan dan penerimaan santri Amanatul Ummah di fakultas kedokteran lebih tinggi dibandingkan gabungan 20 SMA Negeri di Kabupaten Mojokerto.
“Prestasi itu adalah buah dari perjuangan panjang. Maka sangat disayangkan jika nama besar Amanatul Ummah dicemarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.
LSM Mojokerto Sosialisasikan Gerakan Tutup Tambang Ilegal (GTTI)
Usai pernyataan Romo Kyai Asep, giliran Suliyono, S.Pd., Ketua Pokja LSM Mojokerto, menyampaikan sosialisasi mengenai GTTI (Gerakan Tutup Tambang Ilegal).
Gerakan ini merupakan bentuk kepedulian LSM Mojokerto terhadap maraknya praktik tambang tanpa izin yang selama ini merusak lingkungan, menimbulkan korban jiwa, dan merugikan negara.
> “Tambang ilegal adalah musuh negara. Mereka mencuri kekayaan alam, tidak bayar pajak, dan merusak lingkungan. Sudah saatnya masyarakat bersama aparat menutup tambang-tambang ilegal tersebut,” tegas Suliyono.
GTTI, lanjutnya, akan berkolaborasi dengan Satpol PP, Polres, TNI, serta masyarakat untuk melakukan aksi nyata penutupan tambang ilegal di Mojokerto.
Semangat ini, katanya, terinspirasi langsung dari pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyerukan penutupan semua tambang ilegal tanpa pandang bulu. ujarnya ( SriH)
Penulis : Sri H












