Perhutani Jombang Apresiasi Pesanggem Luar Daerah, Di balik Kelestarian Hutan Lebak Jabung Setelah Penjarahan Tahun 1999

- Jurnalis

Jumat, 5 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

JOMBANG, Garda 21–PERHUTANI (03/12/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jombang gandeng muspika melalui pendekatan dan pembinaan, pastikan keamanan pesanggem anggota LMDH Andika Wana Lestari Desa Sumberjo yang tinggal didalam hutan,
Dari 4 (empat) Pesanggem tersebut menempati wilayah hutan BKPH (Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan) Jabung, administratif masuk Desa Sumberjo Kecamatan Wonosalam Jombang, dan perbatasan dengan Desa Lebak Jabung, Kecamatan Jatirejo, Mojokerto, rabu (03/12)

Dibalik kelestarian hutan tahun 2025, setelah paska penjarahan hutan 1998/1999 menjadikan hutan gundul, di RPH Lebak Jabung.
Pada tahun 2000 ada 15 kepala keluarga Pesanggem asal luar daerah karena kesulitan mencari penggarap kala itu, sampai saat ini tersisa yang tinggal beberapa kepala keluarga, selebihnya sudah kembali pulang ke rumah asal masing masing yang kebanyakan dari Nganjuk.
Mereka mendirikan gubuk sementara sebagai tempat singgah, berteduh dan istirahat, sekaligus untuk mengawasi pertanian mereka agar tak gagal panen, karena serangan babi hutan, kera dan hama lain, selain itu agar mereka sewaktu waktu bisa ikut bekerja di berbagai kegiatan Perhutani, jika ada pekerjaan

Administratur Perhutani KPH Jombang, Enny Handayani menyampaikan apresiasi, kepada muspika terkait bersama pihak lainya atas peran serta dalam memastikan keamanan dan kenyamanan, para pesanggem anggota LMDH mitra Perhutani. Mereka menempati Magersari Watu seno sejak 25 (dua puluh lima) tahun lalu dan gua Anggaswesi, dengan bercocok tanam menjadi pesanggem, serta bekerja di berbagai kegiatan Perhutani, bersama perduli kelestarian hutan yang terjaga, sampai saat ini”. ungkap Enny
Diharapkan keberadaan mereka, menjadikan contoh motifasi dan inspirasi positif, bagi kita semua dan para penggarap di tempat lain, karena keuletan dan kesabaranya.
Bagaimana mereka mensyukuri hidup, jauh dari perkotaan, mencari rezeki dengan bercocok tanam, dan ikut perduli menjaga kelestarian hutan sampai hari ini, sebagai bentuk tanggung jawab rasa terimakasih kepada alam,” tambah Enny
Tak lupa Enny juga mengucapkan apresiasi dan terimakasih kepada pesanggem di Lebak Jabung dan semua saja yang ikut berperan aktif dalam terjaganya proses kelestarian hutan.
Semoga segala niatan baik dan usaha yang sudah dilakukan akan menjadikan manfaat, berkah selalu bagi kita dan keluarga.

Baca Juga  Maling Motor Diringkus di Kabupaten Jombang Setelah Melakukan Aksi di 30 Tempat Berbeda

Sakri mewakili Pesanggem lainya menyampaikan terimakasihnya ke Perhutani, karena sudah diberikan kesempatan bisa ikut bekerja mencari nafkah tuk keluarga sejak tahun 2000 hingga sampai sekarang, setelah hutan gundul paska penjarahan hutan tahun 1999
Dengan menggarap lahan secara tumpangsari sembari ikut bekerja di berbagai kegiatan Perhutani, melaksanakan penanaman tanaman kehutanan,” ucapnya

Berhubung tempat tinggal kami tak di sini, dan ini ialah kawasan hutan tanah Negara, maka dari itu gubuk kami bersifat sementara, tak permanen,kita buat sesimpel mungkin, “yang penting kami nyaman dan tenang, ada tempat istirahat serta berteduh sepulang dari ladang”, walau terbuat dari anyaman bambu beralas tanah tanpa listrik.
Kebetulan disini lokasi yang setrategis (tempat jujukan), untuk singgah, berteduh dan penitipan kendaraan saat hujan, entah dari Perhutani, muspika, masyarakat, maupun pengunjung gua Anggaswesi,” imbuh Sakri

Diantara Gubuk para pesanggem satu jalur menuju gua Anggaswesi, beda tempat 3 (Tiga) gubuk, terdiri dari 3 (Tiga) kepala keluarga, dan 1 (satu) gubuk lagi dalam proses, dibuatkan di dekat gua Anggaswesi, secara gotong royong oleh LMDH, Perhutani dan muspika terkait. untuk di tempati Darmadi, agar yang bersangkutan tetap bisa menjalankan aktifitas menjadi pesanggem, sambil menjaga gua tersebut jika ada pengunjung yang singgah untuk ritual mencari ketenangan di situ.

Berikut ini asal pesanggem beserta lokasi gubuk singgah yang ditempati beberapa kepala keluarga yang masih ada di hutan Lebak Jabung yaitu.
1. Sakri lahir Jombang, umur 76,
rumah Desa Sumberjo, Kecamatan Wonosalam,Jombang, gubuk nya di petak 33 F RPH Sumberjo.
2. Zaini lahir Nganjuk,umur 50,rumah di Desa Margopatut Kecamatan Sawahan, Nganjuk, gubuk di petak 57 D RPH Lebak jabung
3. Saelan, lahir Nganjuk umur 65, rumah Desa Margopatut Kecamatan Sawahan, Nganjuk, gubuk di petak 57 D RPH Lebak jabung
4. Darmadi, lahir Boyolali, umur 68 (enam puluh delapan) asal Dusun Karangduwet, Desa Winong, Kecamatan Boyolali, Kabupaten Boyolali, tempat istirahatnya sementaranya di gua Anggaswesi, sesekali tempo, tepatnya petak 37 f RPH Sumberjo, sambil menunggu gubuk selesai didirikan di disekitar gua

Baca Juga  PEMKAB JOMBANG INTENSIFKAN PERANG TERHADAP PEREDARAN ROKOK ILEGAL

Sinergi dan kolaborasi terus dijalin bersama pemangku kepentingan bagaimana agar mitra Perhutani yaitu Pesanggem dapat berjalan dengan semestinya sesuai harapan semua pihak.
Diantaranya sinergi dengan 3 muspika, yaitu muspika Kecamatan Wonosalam Jombang, dan muspika di Kabupaten Mojokerto yaitu muspika Kecamatan Jatirejo dan muspika Trowulan
Jalan terdekat menuju Magersari,Watu seno dan goa Anggaswesi, yaitu melalui Desa Lebak Jabung, Jatirejo, Mojokerto, melewati patung petilasan Gajah Mada lurus ke selatan masuk hutan.(Kom-PHT/JBG/ars)

Penulis : Julek

Berita Terkait

GRIB Jaya DPC Jombang Gelar Jumat Berkah, Bagikan Makanan untuk Penunggu Pasien di RS Kristen Mojowarno
Lengkapi Barisan Perangkat Desa, Ardhi Wirayuda Resmi Dilantik Pimpin Dusun Sono Desa Ngogri
Posyandu Balita dan Lansia Desa Durung Banjar Berjalan Sukses, Warga Sambut Antusias
Tingkatkan Layanan Kesehatan Mata, RSUD Ploso Jombang Lakukan Kaji Tiru ke Dua Rumah Sakit Unggulan di Yogyakarta
Gebrakan Baru RSUD Ploso Luncurkan Layanan Poli Sore Mulai 20 Juli, Solusi Warga yang Sulit Berobat Jam Kerja Biasa
RSUD Ploso Jombang Beri Perhatian Penuh Lansia dan Anak, Hadirkan Layanan Prioritas hingga Lomba Kreativitas
Gebrakan Digital RSUD Jombang Luncurkan Aplikasi e-Pasien, Pelayanan Lebih Cepat Tanpa Antri Lama
AKP Bagus Tejo Purnomo Resmi Pindah, AKP Trisula Hadi Warjianto Jabat Kapolsek Sumobito
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:44 WIB

GRIB Jaya DPC Jombang Gelar Jumat Berkah, Bagikan Makanan untuk Penunggu Pasien di RS Kristen Mojowarno

Jumat, 17 Juli 2026 - 02:39 WIB

Lengkapi Barisan Perangkat Desa, Ardhi Wirayuda Resmi Dilantik Pimpin Dusun Sono Desa Ngogri

Kamis, 16 Juli 2026 - 05:14 WIB

Posyandu Balita dan Lansia Desa Durung Banjar Berjalan Sukses, Warga Sambut Antusias

Kamis, 16 Juli 2026 - 01:26 WIB

Tingkatkan Layanan Kesehatan Mata, RSUD Ploso Jombang Lakukan Kaji Tiru ke Dua Rumah Sakit Unggulan di Yogyakarta

Kamis, 16 Juli 2026 - 01:17 WIB

Gebrakan Baru RSUD Ploso Luncurkan Layanan Poli Sore Mulai 20 Juli, Solusi Warga yang Sulit Berobat Jam Kerja Biasa

Jumat, 10 Juli 2026 - 08:44 WIB

Gebrakan Digital RSUD Jombang Luncurkan Aplikasi e-Pasien, Pelayanan Lebih Cepat Tanpa Antri Lama

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:29 WIB

AKP Bagus Tejo Purnomo Resmi Pindah, AKP Trisula Hadi Warjianto Jabat Kapolsek Sumobito

Selasa, 30 Juni 2026 - 07:50 WIB

Polres Jombang Tangkap 4 Pelaku Curanmor, Terlibat di 14 Lokasi Kejadian

Berita Terbaru