Jombang, Garda21–Per Februari 2026, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang memfokuskan perhatian pada berbagai proyek strategis demi meningkatkan infrastruktur yang berkualitas untuk kesejahteraan masyarakat. Pemberian anggaran antara Rp74 miliar hingga Rp96 miliar sangat diharapkan dapat mengangkat kemantapan jalan dan menunjang perekonomian daerah.
Untuk mengantisipasi banjir selama musim hujan, PUPR melaksanakan normalisasi saluran irigasi sepanjang 82.354 meter, khususnya di saluran Sekunder Menganto yang terletak di Desa Tugu Sumberejo, Peterongan. Selain itu, penanganan darurat juga dilakukan untuk jembatan ambrol di Latsari, Mojowarno, dengan menggunakan bambu (gedek) agar akses kendaraan roda dua tetap bisa dilalui.
Dinas PUPR tak hanya fokus pada infrastruktur jalan, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan sumber daya air dengan merehabilitasi empat unit bendung. Langkah ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengaturan debit air irigasi, terutama saat musim tanam. Namun, tantangan tetap ada, seperti keluhan dari warga Desa Jombok, Wonosalam, mengenai kondisi jalan yang dinilai minim perhatian pembangunan.
Sebagai bagian dari strategi ke depan, Dinas PUPR tengah menyusun dokumen perencanaan untuk empat ruas jalan yang termasuk dalam proyek strategis daerah 2026. Melalui upaya ini, PUPR berkomitmen untuk menghadirkan infrastruktur yang lebih baik dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
PLT Kepala Dinas PUPR Jombang, Imam Bustomi, menegaskan pentingnya melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan dan pemeliharaan. “Kami berharap sinergi antara pemerintah dan warga dapat tercipta dengan baik,” ungkapnya. Dengan langkah ini, bukan hanya realisasi proyek yang akan dipercepat, tetapi juga pembangunan yang sesuai dengan aspirasi dan kebutuhan masyarakat Jombang.
Penulis : Julek












