Instalasi Farmasi RSUD Jombang Komitmen Beri Layanan Maksimal Penggunaan Obat Demi Kesembuhan dan Keselamatan Pasien

- Jurnalis

Rabu, 25 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Jombang, Garda 21–Direktur RSUD Jombang dr Pudji Umbaran, MKP melalui Instalasi Kefarmasian menyampaikan berkomitmen memberikan layanan terbaik untuk kesembuhan pasien dengan mengutamakan safety pasien.

Upaya itu dilakukan pihak RSUD Jombang pada kegiatan Humas RSUD Menyapa, pada Rabu (11/02/2026), yang mengambil tema: “Pelayanan Kefarmasian di RSUD Jombang,”.

Kegiatan dipandu host Rizqy Oktaviyanti, yang akrab dipanggil Ki Kyo menghadirkan nara sumber Kepala Instalasi Kefarmasian RSUD Jombang, Apt Ngoli Suriani, S.Si.

Kegiatan ini bertujuan sosialisasi, memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pemahaman tugas pelayanan Instalasi Farmasi.

Ngoli Suriani, menjelaskan pelayanan kefarmasian adalah kegiatan profesional yang dilakukan Apoteker dan Tenaga Vokasi Farmasi di lingkup rumah sakit dalam memberikan pelayanan langsung, kepada pasien terkait sediaan farmasi obat, untuk mencapai hasil meningkatkan mutu kehidupan pasien.

Sebagaimana kita tahu, layanan  adalah  merupakan bagian integral layanan RSUD Jombang untuk meningkatkan kualitas pasien, tugas lainnya adalah memastikan ketersedian obat yang aman, bermutu, serta mengoptimalkan penggunaan obat untuk kesehatan dan keselamatan pasien.

Pelayanan ini mencakup dua hal, yaitu pengelolaan obat, bahan habis pakai (manajerial) dan pelayanan farmasi klinik (konseling, konsultasi) guna mengidentifikasi serta mencegah masalah terkait obat.

“Dasarnya berpijak pada Peraturan Menteri Kesehatan No 72 tahun 2016,” ujarnya.

Mekanisme Pengelolaan Obat
Dijelaskan, mekanisme atau tahapan pengelolaan obat meliputi pemilihan obat sesuai dengan rambu-rambunya yang tertuang dalam formularium nasional dan formularium rumah sakit, perencanaan, pemakaian obat, pengadaan sampai dengan monitoring dan evaluasi.

Pembelian obat di RSUD dijamin aman, karena memenuhi rambu-rambu seperti membeli di tempat yang memiliki legalitas, ada izin edar PBF dan dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Baca Juga  Propam Polres Jombang Tindak Lanjuti Pemberitaan Oknum Anggota Polsek Diwek Diduga Lakukan Perampasan Mobil

“Penerimaan harus sesuai dengan pesanan kita, jumlah fisik dan kedaluwarsanya. Itu tugas kami, begitu pula tentang penyimpanan harus pada suhu dan kelembaban sesuai dengan standar,” ungkapnya.

Layanan ke depo-depo
Untuk memberikan layanan kefarmasian kepada pasien, instalasi farmasi melakukan distribusi baik buat pasien, ke depo-depo yang ada di instalasi farmasi poli sampai ke ruang rawat inap.

Ada 8 depo layanan,  pertama Depo Rawat jalan BPJS, Depo Rawat Inap, Depo Rawat Jalan Umum, Depo IBS (Instalasi Bedah Sentral), Depo IGD, Depo Poli Eksekutif, Depo Obat Program, dan Depo Floorstock.

Tugas Tim Farmasi
Untuk pelayanan farmasi klinik, Ngoli Suriani memaparkan, apa yang dilakukan tim apotek, yakni diantaranya pengkajian dan pelayanan resep, penelusuran riwayat penggunaan obat, visite dan pemantauan terapi obat hingga monitoring efek samping obat.

Dalam melakukan pelayanan kefarmasian tersebut terkesan oleh pasien bahwa menunggu untuk mendapatkan obat itu lama.

Apt. Ngoli Suriani menjelaskan terkait alur di rawat jalan bpjs. Pasien dari poli dengan membawa boarding pass menuju ke depo rawat jalan bpjs. Petugas Farmasi menerima e-resep dan melakukan skreening dan pengkajian resep baik secara administratif, farmasetis dan klinis. Apabila telah sesuai, berikutnya dilakukan tahap penyiapan obat, kalau obat jadi proses pengemasan dan pemilihan relatif cepat, tetapi obat racikan, berbentuk puyer ini butuh waktu lama, biasanya, pasien anak.

“Tahapan ini kita mengutamakan safety, keselamatan pasien. Setelah itu, kita check obat, kita kemas, kita labeling sesuai dengan akurasi dan peruntukkannya, cara minumnya, sehari berapa kali, untuk berapa lama. Cara penggunaan, diminum atau dioleskan, ini semua butuh cheking ulang, agar akurat. Ini yang terkesan lama banget,” beber Ngoli Suriani, alumnus Apoteker Widya Mandala Surabaya ini.

Baca Juga  Dukung Garuda indonesia Pemkab Nonton Bareng Digedung/Lamban Pancasila

Mengutamakan Target 5-B dari Apotek
Selain itu, tahap akhir kita lakukan tahap 5-B, yaitu Benar untuk Pasien, Benar Obat, Benar Jumlah, Benar Dosis, Benar untuk Pemberiannya, tambah dia.

Itu semua tugas apoteker. Kalau sudah sesuai maka kami berikan obat dengan diikuti komunikasi, informasi dan edukasi pada pasien,” jelasnya.

Inovasi Layanan Depo Rawat Jalan bpjs dari Apotek
Untuk menghindari menunggu lama, RSUD Jombang mempunyai sistem Obat’e Sipeno (Sistem Pelayanan Elektronik Obat) yang memungkinkan pasien memantau status resep secara online.

Ngoli Suriani menyarankan, setiap orang bisa memantau berdasarkan nomor pengambilan obat, agar tidak bosan pasien bisa mensan barcode yang telah diberikan petugas farmasi kemudian bisa ditinggal melakukan aktivitas lainnya sambil dipantau sampai dimana proses pengerjaan obatnya hingga apabila sudah siap diambil maka pasien bisa langsung mengambil di loket pengambilan obat di depo rawat jalan bpjs.

Selain itu, ada juga inovasi Sipeno Aktif (Sistem Pengantaran Obat secara aman dan efektif), RSUD Jombang sudah berkolaborasi dengan Pos Indonesia. Jadi obat nanti akan diantar oleh pihak ekspedisi Pos Indonesia ke alamat penerima.

Kepala Instalasi Kefarmasian RSUD Jombang ini menutup perbincangan dengan kalimat take line: “Bahwa obat itu bukan yang utama, kita seharusnya mengubah life style, bergaya hidup sehat, berpikir positif, vibes positif dan jangan lupa selalu bahagia,” pungkasnya.

Penulis : Julek

Berita Terkait

Polres Jombang Gelar Rakor Pengamanan Istighotsah Akbar Pra Muktamar NU ke-35
Gus Hasib Pimpin Doa di HUT RI ke-81 Jombang, Persiapan Muktamar NU ke-35 Sudah 90 Persen
Pengibaran Bendera Merah Putih Raksasa 7×15 Meter di Canggon, Simbol Hati Luas Warga Mengenang Jasa Pahlawan
Meriahkan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, Polres Jombang Gelar Turnamen Mini Soccer Bersarung
Pembayaran PBB di Desa Ngaban antusias didorong undian hadiah minyak goreng
Polres Jombang ungkap 80 laporan kasus narkoba dan miras dalam Enam bulan terakhir
Sertifikasi Guru Dinilai Jadi Kunci Perkuat Mutu Pendidikan dan Kesejahteraan Bangsa
Pembangunan Normalisasi Saluran dan Gorong-gorong desa Glaga Harum dipercepat antisipasi musim hujan
Berita ini 94 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:44 WIB

Polres Jombang Gelar Rakor Pengamanan Istighotsah Akbar Pra Muktamar NU ke-35

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:57 WIB

Gus Hasib Pimpin Doa di HUT RI ke-81 Jombang, Persiapan Muktamar NU ke-35 Sudah 90 Persen

Senin, 17 Agustus 2026 - 04:46 WIB

Pengibaran Bendera Merah Putih Raksasa 7×15 Meter di Canggon, Simbol Hati Luas Warga Mengenang Jasa Pahlawan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:06 WIB

Meriahkan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, Polres Jombang Gelar Turnamen Mini Soccer Bersarung

Kamis, 30 Juli 2026 - 07:53 WIB

Polres Jombang ungkap 80 laporan kasus narkoba dan miras dalam Enam bulan terakhir

Rabu, 29 Juli 2026 - 05:50 WIB

Sertifikasi Guru Dinilai Jadi Kunci Perkuat Mutu Pendidikan dan Kesejahteraan Bangsa

Senin, 27 Juli 2026 - 05:36 WIB

Pembangunan Normalisasi Saluran dan Gorong-gorong desa Glaga Harum dipercepat antisipasi musim hujan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:16 WIB

Rumah Sakit Kristen Mojowarno Laksanakan Survei Akreditasi pada 22–24 Juli 2026 oleh Lembaga Akreditasi Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS)

Berita Terbaru